Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Pengasuh Ponpes Nurul Huda Peterongan Ungkap Pentingnya Hati Diisi Allah

Rojiful Mamduh • Rabu, 28 Januari 2026 | 08:21 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (21/1), Pengasuh PP Nurul Huda, Kebontemu, Peterongan, KH Nur Habibillah, menjelaskan pentingnya menjaga hati. ’’Hati adalah raja. Jika hati dipenuhi Allah, seluruh anggota tubuh akan tunduk pada syariat-Nya,’’ tuturnya.

Hati menempati kedudukan yang sangat agung. Hati adalah raja. Sedangkan seluruh anggota tubuh adalah istana dan pasukannya. Apa pun perintah raja, maka seluruh istana akan mengikutinya. Jika hati baik, maka baiklah seluruh perbuatan. Namun jika hati rusak, maka rusak pula seluruh amal.

Allah Ta’ala berfirman di QS Asy-Syu‘ara 88–89. Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.

Ayat ini menunjukkan, keselamatan seseorang di akhirat bergantung pada kondisi hatinya. Bukan semata pada banyaknya amal lahiriah.

Allah juga berfirman di QS Muhammad 24. Maka tidakkah mereka mentadabburi Alquran, ataukah hati mereka terkunci?

Hati yang terkunci akan sulit menerima kebenaran, sehingga anggota tubuh pun sulit tunduk pada syariat Allah Ta’ala.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.

Hati adalah rajasedangkan anggota tubuh hanyalah pelaksana perintahnya.

Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada apa yang ada di dalam hati.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata: Hati itu seperti bejana, maka sebaik-baik bejana adalah yang paling bersih.

Hasan Al-Bashri rahimahullah (tabi’in besar) berkata: Kerusakan amal lahir berasal dari kerusakan hati. Maka perbaikilah hatimu, niscaya Allah memperbaiki amalmu.

Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan, hati adalah raja, sedangkan anggota tubuh adalah tentara. Jika raja baik, tentara akan baik. Jika raja rusak, tentara pun akan rusak.

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah berkata: Kosongkan hatimu dari selain Allah, niscaya anggota tubuhmu akan sibuk melaksanakan perintah-Nya.

KH Hasyim Asy’ari juga menegaskan, ilmu dan amal tidak akan bermanfaat tanpa hati yang ikhlas dan tunduk kepada Allah.

Apabila hati dipenuhi dengan iman, zikir, dan cinta kepada Allah, maka anggota tubuh akan dengan mudah tunduk pada syariat-Nya. Mata akan dijaga, lisan akan terkontrol, tangan dan kaki akan diarahkan kepada kebaikan.

Alkisah, seorang murid mengadu kepada gurunya; ’’Wahai guru, aku sulit meninggalkan maksiat meski aku tahu itu haram.’’

Sang guru menjawab: ’’Bukan anggota tubuhmu yang bermasalah, tetapi rajanya. Jika rajanya engkau isi dengan cinta kepada Allah, maka istananya tidak akan berani bermaksiat.’’

Sejak itu, sang murid memperbanyak dzikir dan memperbaiki niat. Perlahan, maksiat yang dulu terasa ringan menjadi terasa berat untuk dilakukan. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal