Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ramadan Makin Dekat, Yuk Siapkan Apapun yang Diperlukan untuk Menyambutnya

Rojiful Mamduh • Senin, 26 Januari 2026 | 07:28 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Pengasuh PP Raudlatul Tholibin Bahrul Ulum Tambakberas, Dr KH M Fatoni Zen, menjelaskan pentingnya melakukan persiapan menyambut Ramadan sejak sekarang.

Hal itu diungkapkannya saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (23/1),

’’Syakban merupakan waktu terbaik untuk mempersiapkan diri agar dapat menjalani Ramadan secara maksimal, sehingga dosa-dosa diampuni dan seorang hamba kembali suci sebagaimana saat dilahirkan oleh ibunya,’’ tuturnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memberi teladan mengisi bulan Syakban.

Usamah bin Zaid radiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau banyak berpuasa di bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Syakban.

Rasulullah menjawab; Itu bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, antara Rajab dan Ramadan.

Bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.

Ini menunjukkan, Syakban bulan latihan rohani. Bulan untuk membiasakan diri dengan ibadah sebelum memasuki Ramadan.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Baqarah 183. Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.

Tujuan utama puasa adalah takwa. Maka, Syakban menjadi pintu awal untuk membersihkan hati, meluruskan niat, dan melatih kesungguhan agar takwa tersebut benar-benar tercapai di bulan Ramadan.

Para sahabat Rasulullah sangat memperhatikan bulan Syakban.

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik radiyallahu anhu berkata: Ketika telah masuk bulan Syakban, kaum muslimin mulai sibuk membaca Alquran dan mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang lemah agar mereka kuat berpuasa di bulan Ramadan.

Dari kalangan tabi’in, Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata: Bulan Syakban adalah bulan para qari’ (pembaca Alquran).

Ini menunjukkan Syakban digunakan untuk membiasakan diri dengan Alquran, sehingga ketika Ramadan datang, lisan dan hati telah siap untuk berinteraksi lebih dalam dengan Kalamullah.

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata: Bulan Syakban seperti latihan sebelum lomba.

Barang siapa tidak berlatih di bulan ini, dikhawatirkan ia tidak mampu bersungguh-sungguh di bulan Ramadan.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Barang siapa menyucikan hatinya di bulan Syakban, maka ia akan merasakan manisnya ibadah di bulan Ramadan.

Suatu ketika seorang ulama salaf menangis saat memasuki bulan Syakban. Murid-muridnya bertanya, ’’Mengapa engkau menangis, padahal Ramadan belum datang?’’

Ia menjawab, ’’Aku menangis karena takut tidak mempersiapkan diri dengan baik. Ramadan adalah tamu agung, dan tamu agung tidak pantas disambut dengan hati yang kotor.’’

Syakban waktu membersihkan diri dari dosa, dendam, dan kelalaian, agar Ramadan disambut dengan hati yang bersih dan penuh harap.

Rasulullah bersabda: Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Ampunan ini akan lebih mudah diraih oleh orang yang telah mempersiapkan diri sejak Syakban.

Dengan memperbanyak istighfar, puasa sunah, membaca Alquran, bersedekah, dan memperbaiki akhlak, kita akan maksimal di Ramadan.

Sehingga kembali suci tanpa dosa, sebagaimana bayi yang baru dilahirkan oleh ibu. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
#Ramadan #persiapan #Binrohtal #menyambut