SAAT khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (23/1), Ustad Hambali, menjelaskan keutamaan bulan Syakban. ’’Kemuliaan bulan Syakban bisa dilihat dari makna huruf-hurufnya,’’ tuturnya.
Pertama huruf Syin, melambangkan as-syaraf atau kemuliaan. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Syakban adalah waktu yang tepat untuk menjaga kehormatan diri sebagai hamba Allah Ta’ala. Pada bulan ini, kita dianjurkan memperbaiki akhlak, menjaga lisan dan perbuatan. Serta meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah Ta’ala. Pada bulan inilah catatan amalan kita akan diangkat dan disetorkan kepada-Nya.
Kedua huruf Ain, melambangkan al-'uluw atau kedudukan yang tinggi. Ini mengisyaratkan bahwa Syakban adalah momentum peningkatan derajat keimanan dan ketakwaan. Ibadah yang dilakukan dengan ikhlas, seperti puasa sunah dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Juga memperbanyak baca Alquran. Ini akan mengangkat kedudukan seorang hamba di sisi Allah Ta’ala.
Huruf ketiga Ba, melambangkan al-birru atau kebaikan. Syakban adalah bulan memperbanyak kebajikan dalam arti yang luas. Kebaikan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah ritual. Tetapi juga dalam kepedulian sosial, membantu sesama, menebarkan manfaat. Serta menumbuhkan sikap empati dan solidaritas di tengah masyarakat.
Keempat huruf Alif, melambangkan al-ulfah atau kasih sayang dan keakraban. Ini menegaskan Syakban bulan untuk memperkuat persaudaraan dan keharmonisan. Kita diingatkan untuk memperbaiki hubungan yang renggang. Memaafkan kesalahan orang lain. Serta menumbuhkan cinta kasih, baik dalam keluarga maupun di lingkungan sosial.
Kelima huruf Nun, melambangkan an-nur atau cahaya. Ini melambangkan hidayah, kejernihan hati, dan ketenangan jiwa. Amal-amal yang dilakukan di bulan Syakban diharapkan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan kita. Sekaligus menjadi bekal utama untuk memasuki Ramadan dengan iman yang lebih kuat dan hati yang lebih bersih.
’’Ini menjadi isyarat penting tentang karakter dan semangat yang seharusnya kita hidupkan selama bulan Syakban. Jangan biarkan Syakban berlalu tanpa makna. Mari jadikan Syakban sebagai bulan persiapan rohani agar ketika Ramadan tiba, kita benar-benar siap memasukinya dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat ibadah yang lebih baik,’’ urainya.
Di bulan Syakban Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa. Ketika ditanya alasannya, karena pada bulan Syakban ini catatan amal dalam setahun dinaikkan. Nabi senang amalnya dinaikkan dalam kondisi berpuasa.
Pada malam nisfu Syakban (tanggal 15 Syakban), Allah Ta’ala menyerahkan catatan takdir manusia selama satu tahun kepada malaikat.
Makanya kita dianjurkan salat hajat. Di kitab Kanzun Najah Wassurur yang paling dianjurkan yakni salat tasbih. Lalu baca Yasin tiga kali. Usai Yasin pertama berdoa minta panjang umur untuk ibadah. Jika dicatat mati tahun itu semoga dihapus. Atau kalau tetap mati diberi khusnul khatimah.
Usai Yasin kedua berdoa minta diselamatkan dari penyakit, balak dan musibah. Serta diberi rezeki yang luas. Usai Yasin ketiga berdoa minta diberi tetapnya iman dan dicukupi segala keperluan. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto