SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (7/1), Pengasuh PP Umar Zahid, Semelo, Bandarkedungmulyo, Gus Asrori Maksum, menjelaskan keistimewaan sujud umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. ’’Sujudnya umat Nabi Muhammad satu kali, lebih utama dibanding sujudnya malaikat Jibril 40 ribu tahun,’’ tuturnya.
Ketika usai diciptkan, Jibril langsung bersujud 20 ribu tahun. Kemudian sujud lagi 20 ribu tahun. Allah Ta’ala kemudian berfirman; Wahai Jibril, satu kali sujudnya umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lebih utama dari pada sujudmu 40 ribu tahun. Karena Jibril sujud tanpa diperintah. Sedangkan umat Muhammad sujud karena diperintah.
Imam Ibn ‘Athaillah As-Sakandari rahimahullah berkata: Kemuliaan amal bukan pada lamanya, tetapi pada ketulusan dan kepatuhan kepada perintah Allah Ta’ala
Rasulullah bersabda; Paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya yakni tatkala sedang sujud.
Gus Maksum cerita, ada orang yang istiqamah salat lima waktu berjamaah. Setelah tiga tahun makamnya dibongkar ternyata kain kafan dan jasadnya masih utuh.
Orang yang istiqamah salat lima waktu berjamaah akan diberi lima hal. Bebas dari kesempitan rezeki. Bebas dari siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati jembatan sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.
Dalam peristiwa Isra Mi‘raj, Nabi sempat dipanggil oleh seorang wanita, namun beliau tidak menoleh. Jibril menjelaskan, wanita itu simbol dunia. Seandainya Nabi menoleh, maka umatnya akan tergoda oleh gemerlap dunia.
Allah Ta’ala berfirman di QS Ali ‘Imran 185. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.
Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi tidak menjadikan dunia di dalam hati.
Ketika Isra Mikraj Nabi juga masuk surga. Nabi bersabda; Aku masuk surga dan mendengar suara langkah. Aku bertanya: siapa ini? Mereka menjawab: ini Ummu Sulaim.
Ummu Sulaim teladan perempuan salehah: sabar, taat, pendidik generasi, dan kuat imannya.
Rasulullah bersabda: Jika seorang perempuan menjaga salatnya, berpuasa di bulannya, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka ia masuk surga.
Ini menunjukkan betapa luasnya pintu surga bagi perempuan.
Dikisahkan ada seorang wali yang menangis melihat seorang nenek renta salat dengan gemetar. Ia berkata: ’’Ya Allah, jika Engkau mengazab perempuan ini, maka kepada siapa lagi kami berharap?’’
Maka terdengarlah suara: ’’Wahai wali-Ku, ubannya adalah jaminan rahmat-Ku.’’
Rasulullah bersabda; Tidaklah seorang muslim beruban satu helai di jalan Allah kecuali uban itu menjadi cahaya baginya pada hari kiamat. Sesungguhnya termasuk memuliakan Allah adalah memuliakan seorang muslim yang telah beruban.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto