Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang: Rajab Bulan Menanam, Menuju Panen Ramadan

Rojiful Mamduh • Jumat, 2 Januari 2026 | 06:30 WIB

 

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (29/12), Wakil Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Jombang, KH Asyharun Nur, menjelaskan keutamaan bulan Rajab. ’’Rajab bulan menanam, Syakban bulan menyiram dan Ramadan bulan memanen,’’ tuturnya.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menganjurkan agar kita bersiap menyambut Ramadan sejak bulan Rajab. Makanya Nabi mengajari doa; Allahumma barik lana fi Rajaba wa Syakbana wa balligna Ramaḍan. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.

 

Rajab waktunya memperbaiki niat, memperbanyak istighfar, memulai kebiasaan ibadah. Syakban bulan menjaga konsistensi amal. Serta Ramadan saat menuai pahala berlipat ganda.

 

Imam Abu Bakar al-Balkhi rahimahullah berkata: Barang siapa tidak menanam di Rajab dan tidak menyiram di Syakban, maka bagaimana ia berharap memanen di Ramadan?

 

Pada bulan Rajab terjadi peristiwa Isra Mikraj. ’’Ada tiga pelajaran agung di sini,’’ ucapnya.

Pertama, tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Isra 1. Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.

Isra Mikraj bukti kekuasaan Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Yang mustahil bagi manusia, sangat mudah bagi Allah Ta’ala.

Orang beriman mendahulukan imannya dibanding akalnya. Seperti sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq radiyallahu anhu yang langsung membenarkan peristiwa Isra Mikraj.

 

Kedua, penghilang kesedihan di tahun duka. Isra Mikraj terjadi setelah Rasulullah mengalami masa paling berat dalam hidupnya. Wafatnya istri Nabi, Sayyidah Khadijah dan paman Nabi, Abu Thalib radiyallahuma. Tahun ini dikenal sebagai amul huzni (tahun kesedihan).

 

Melalui Isra Mikraj, Allah menghibur Rasul-Nya, menguatkan hati beliau, dan mengajarkan bahwa salat dan zikir adalah penghilang kesedihan. Sebagaimana ditegaskan di QS Ar-Ra‘d 28. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

 

Ketiga perintah salat diberikan langsung oleh Allah Ta’ala kepada tanpa perantara malaikat melalui Isra Mikraj. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan salat.

Rasulullah bersabda: Salat mikraj-nya orang-orang beriman.

 

Imam Ja‘far ash-Shadiq rahimahullah berkata: Barang siapa ingin berbicara dengan Allah, maka salatlah. Barang siapa ingin Allah berbicara kepadanya, maka bacalah Alquran.

 

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dipenjara dan disiksa, muridnya bertanya: ’’Wahai Imam, dari mana engkau mendapatkan kekuatan untuk bertahan?’’

Imam Ahmad menjawab: Dengan salat malam. Jika bukan karena salat malam, aku tidak akan sanggup bertahan.’’ (jif/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Pemkab Jombang #polres jombang #Binrohtal