SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (11/12), Pengasuh PP Zainur Rosyid, Tapen, Kudu, H Agus Solahuddin, menjelaskan tiga pesan malaikat Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan kita semua. ’’Pertama, hiduplah sesukamu, namun ketahuilah bahwa engkau pasti akan mati,’’ tuturnya.
Kematian tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Seperti ditegaskan di QS Ali ‘Imran 185. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.
Dikisahkan, khalifah Umar bin Abdul Aziz sering menangis saat sendirian. Ketika ditanya sebabnya, beliau menjawab: ’’Aku teringat sempitnya kubur, gelapnya liang lahad, dan berdirinya aku sendirian di hadapan Allah.’’
Kesadaran akan kematian membuat seseorang berhati-hati dalam setiap perbuatannya.
Kedua, cintai apa yang ingin kamu cintai, tapi ingatlah kamu akan berpisah dengannya.
Cinta dunia sering membuat manusia lupa bahwa semua yang dicintai bersifat sementara. Sebagaimana disebutkan di QS An-Nahl 96. Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
Nabi bersabda; Cintailah dengan sekadarnya, boleh jadi yang kau cintai hari ini akan menjadi yang kau benci di kemudian hari. Bencilah sekadarnya, boleh jadi yang engkai benci hari ini akan menjadi yang engkau cintai di kemudian hari.
Suatu hari, seorang murid menangis karena kehilangan harta dan keluarganya. Gurunya berkata: ’’Bukankah sejak awal dunia ini hanya titipan? Maka mengapa engkau bersedih ketika titipan itu diambil kembali oleh Pemiliknya?’’
Cinta yang benar adalah cinta yang tidak melalaikan kita dari Allah Ta’ala.
Ketiga, berbuatlah semaumu, tapi ingatlah segala sesuatu akan dibalas. Tidak ada satu amal pun yang luput dari perhitungan Allah SWT.
Seperti disebutkan di QS Az-Zalzalah 7–8. Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.
Rasulullah bersabda: Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Dunia adalah ladang akhirat. Barang siapa menanam kebaikan, ia akan memetik kebahagiaan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ada seorang wanita pezina dari Bani Israil. Ia melihat seekor anjing kehausan yang hampir mati karena haus. Maka wanita itu menurunkan sepatunya, lalu ia mengambil air dengan sepatunya itu dan memberinya minum. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda: Seorang wanita disiksa karena seekor kucing. Ia mengurungnya hingga mati, tidak diberi makan dan tidak dibiarkan mencari makan sendiri. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto