Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.542, Meningkatkan Syukur dan Sabar

Rojiful Mamduh • Sabtu, 22 November 2025 | 14:23 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

SAAT khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (21/11), Pengasuh PP Fattahul Muhibbin Sumberjo, Wonosalam, KH Ahmad Basuki, menjelaskan pentingnya meningkatkan sabar dan syukur. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Iman jika dibelah dua maka yang separo sabar, separonya lagi syukur,’’ tuturnya.

 

Syukur yang hakiki harus memenuhi tiga aspek. Pertama, syukur dengan lisan.

Mengakui nikmat Allah dengan pujian. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ucapan ‘Alhamdulillah’ memenuhi timbangan.

 

Kedua,  syukur dengan hati. Meyakini tidak ada nikmat yang datang dari selain Allah.

Allah berfirman dalam QS Annahl 53. Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu dari Allah.

Syukur hati melahirkan rasa rendah diri dan tunduk kepada Allah.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Menggunakan nikmat sesuai tujuan penciptaannya.

 

Sayidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Ikatan nikmat adalah dengan bersyukur; dan nikmat tidak akan hilang dari seorang hamba selama ia terus bersyukur.

 

Imam Junayd al-Baghdadi mengingatkan: Syukur adalah melihat bahwa Allah-lah yang memberi nikmat, bukan dirimu.

 

Dengan tiga aspek ini, seseorang mencapai kesempurnaan syukur dan menjadi hamba yang layak untuk ditambah nikmatnya.

 

Sabar juga memiliki tiga aspek. Pertama, sabar dalam menghadapi musibah (balak). Rasulullah bersabda: Sabar itu pada saat pertama kali tertimpa musibah.

Kedua, sabar dalam menjalankan ketaatan..

Allah berfirman dalam QS Ali Imran 200. Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian, dan tetaplah bersiap siaga dalam ketaatan kepada Allah.

 

Ketiga, sabar dalam menjauhi maksiat.

Dikisahkan, seorang raja bijak memiliki hakim kepercayaan yang selalu berkata: Semua ketentuan Allah pasti baik.

Suatu hari jari sang raja terpotong saat berburu. Sang hakim berkata seperti biasa, ’’Semua ketetapan Allah pasti baik.’’

 

Raja marah, merasa tidak dihargai. Ia memenjarakan sang hakim. Beberapa waktu kemudian, raja kembali berburu dan tertangkap oleh suku kanibal.

Mereka hendak memakannya. Namun ketika melihat jarinya yang cacat, mereka membatalkan. Raja pun selamat. Ia segera membebaskan sang hakim dan meminta maaf.

 

Hakim itu berkata: ’’Jangan meminta maaf, wahai Raja. Ketetapan Allah itu selalu baik.

Anda diselamatkan karena jari yang hilang. Dan saya pun diselamatkan karena dipenjara. Jika saya ikut bersama Anda berburu waktu itu, sayalah yang akan dijadikan korban.

 

Allah berfirman dalam hadis qusdi; Barang siapa tidak bersyukur atas nikmat-Ku, tidak sabar atas balak-Ku, dan tidak rida dengan qada dan qadar-Ku, maka keluarlah dari bumi-Ku dan carilah Tuhan selain Aku. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal