SAAT khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (14/11), Ustad Hambali, menjelaskan pentingnya rezeki berkah. ’’Rezeki berkah akan menggerakkan kita ibadah sehingga bahagia dunia akhirat,’’ tuturnya.
Rezeki merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan manusia. Baik materi maupun non-materi. Termasuk kesehatan, ketenangan, waktu luang, ilmu, sahabat yang baik, bahkan iman.
Allah Ta’ala telah menjamin rezeki makhluk. Sebagaimana disebutkan dalam QS Hud 6. Dan tidak ada satu pun makhluk melata di bumi, melainkan Allah yang menjamin rezekinya.
Orang yang merasa kurang, penyebabnya sering kembali pada dua hal besar. Salah memahami makna rezeki. Serta lupa rezeki sudah dijamin Allah Ta’ala.
Ada sejumlah cara agar memperoleh rezeki yang halal dan penuh keberkahan.
Pertama, bersyukur atas nikmat Allah Ta’ala. Syukur kunci utama keberkahan rezeki. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ibrahim 7.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa tidak bersyukur atas yang sedikit, ia tidak akan mampu bersyukur atas yang banyak.
Umar bin Khattab radiyallahu berkata: Seandainya seluruh pintu rezeki tertutup, niscaya syukur akan membukanya.
Syukur menjadikan hati tenang, tidak rakus, dan mampu melihat betapa luasnya rezeki Allah.
Kedua, bertawakal, namun tetap bekerja. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Tawakal berarti pesrah penuh pada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik.
Rasulullah bersabda: Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Pagi hari ia pergi dalam keadaan lapar, sore hari pulang dalam keadaan kenyang.
Ibnu Qayyim berkata: Tawakal separuh agama; separuh lainnya kembali (tunduk) kepada Allah. Bekerja dengan jujur, bersungguh-sungguh, dan mencari yang halal bagian dari tawakal.
Ketiga, hidup sederhana dan memperbanyak sedekah. Kesederhanaan menjauhkan seseorang dari sifat membandingkan diri, iri, dan rakus pada dunia. Sedangkan sedekah amalan yang paling cepat mendatangkan rezeki.
Allah berfirman di QS Saba 39. Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.
Rasulullah bersabda: Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan bertambah dan bertambah.
Para wali seperti Syekh Abdul Qadir al-Jilani radiyallahu anhu selalu menekankan; Sedekah membuka pintu kelapangan hati—itulah puncak keberkahan rezeki.
Keempat, meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa. Nabi bersabda; Orang yang istiqamah salat lima waktu berjamaah akan diberi lima hal. Bebas kesempitan rezeki. Bebas siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati jembatan sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto