SAAT khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (24/10), Pengurus MWCNU Kecamatan Kesamben, H As'ad Sujadi, menjelaskan bahaya meninggalkan amar makruf dan nahi munkar. ’’Orang muslim yang meninggalkan amar makruf dan nahi munkar bisa ikut terkena azab sebagaimana pelaku munkar,’’ tuturnya.
Dia mengibaratkan benih penyakit saat awal muncul. Ketika semua orang mendiamkan benih penyakit itu, maka penyakit semakin merebak. Sehingga bisa menjangkiti semua orang termasuk dokter dan tenaga medis.
’’Jika kejahatan dan kemaksiatan didiamkan, maka orang baik di lingkungan itu pun bisa ikut kena azab,’’ tegasnya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ketika melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangan atau kekuasaan. Jika tidak mampu maka ingatkan dengan lisan. Jika tidak mampu dalam hati dengan mendoakan, dan ini selemah-lemahnya iman.
Allah Ta;ala Maha Adil. Tidak ada satu pun azab atau bencana yang menimpa manusia kecuali karena sebab dosa dan kezaliman mereka sendiri. Allah tidak mungkin menimpakan kehancuran tanpa sebab, dan tidak mungkin menzalimi hamba-hamba-Nya yang beriman serta berbuat kebaikan.
Sebagaimana firman-Nya di QS Hud 117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
’’Berbuat kebaikan maksudnya beriman dan mau melakukan amar makruf nahi munkar,’’ tegasnya.
Allah Ta’ala mencontohkan umat terdahulu dalam QS Al Ankabut 40. Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya.
Di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil. Ini kaum Nabi Lut alaihissalam. Dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur. Ini kaum Nabi Soleh (kaum Tsamūd) dan kaum Nabi Syu‘aib (kaum Madyan). Mereka ditimpa teriakan dahsyat dari langit hingga mati bergelimpangan.
Dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi. Ini Qorun dari umat Nabi Musa alaihissalam. Dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Ini kaum Nabi Nuh alaihissalam. Juga Fir‘aun bersama bala tentaranya.
Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Allah memperingatkan, jika kezaliman dibiarkan, maka akibatnya tidak hanya menimpa pelaku dosa, tetapi juga mereka yang diam dan tidak berusaha memperbaiki keadaan.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Anfal 25. Dan peliharalah dirimu dari siksaan (fitnah) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
Ibarat orang naik kapal. Jika ada satu orang saja yang melubangi, maka semua penumpang akan ikut tenggelam.
Maka yang lain harus mencegah agar tidak ada yang melubangi.
Allah memuliakan umat Islam dengan tanggung jawab moral untuk menegakkan amar makruf nahi munkar. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto