SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (20/10), Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As'adiyah, Sumbermulyo, Jogoroto, Gus As'ad Nawawi menjelaskan tanda selamat dunia akhirat. ’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada tiga tanda orang yang hidupnya selamat,’’ tuturnya.
Pertama, makanannya halal, maka bening hatinya. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Mu’minūn ayat 51. Wahai para rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik dan beramallah dengan amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.
Nabi bersabda; Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih layak baginya.
Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Jika kalian ingin doamu dikabulkan, maka perbaikilah makananmu.
Dikisahkan Imam Malik pernah berkata kepada muridnya: Ilmu ini adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.
Orang yang memakan yang haram akan sulit memahami ilmu agama karena hatinya gelap.
Kedua, senang berkumpul dengan ulama dan istiqamah mengaji. Berada di majelis ilmu dan bersama orang-orang saleh adalah tanda kecintaan kepada kebaikan. Istiqamah menghadiri majelis ilmu akan mengantarkan seseorang kepada kemampuan mengamalkan ilmu.
Nabi bersabda; Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.
Imam Al-Ghazali muda dahulu pernah mengaji bertahun-tahun kepada gurunya, Imam Haramain. Ia belum mampu mengamalkan seluruh ilmunya, tetapi karena istiqamah, akhirnya ia menjadi ulama besar yang mengubah wajah peradaban Islam.
Ketiga, menjaga salat lima waktu berjamaah.’’Salat jamaah pasti diterima oleh Allah,’’ tegasnya. Usai salat biasanya salaman. ’’Salaman itu menghapus dosa,’’ tegasnya.
Nabi bersabda; Orang yang istiqamah salat jamaah akan diberi lima hal. Dibebaskan dari sempitnya rezeki. Dibebaskan dari siksa kubur. Menerima catatan amal dari tangan kanan. Melewati shirath secepat kilat. Sertamasuk surga tanpa hisab.
Hasan Al-Bashri berkata: Salat adalah cahaya hati dan penyejuk jiwa. Tidak ada yang menjaga salat kecuali orang beriman.
Seorang lelaki buta datang kepada Nabi dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak punya penuntun ke masjid, bolehkah aku salat di rumah?" Rasul menjawab, "Apakah kamu mendengar azan?" Ia menjawab, "Ya." Nabi berkata, *"Maka penuhilah panggilan itu." (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto