SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Polres Jombang, Selasa (14/10), Sekretaris Lembaga Dakwah NU Kecamatan Jombang, Ustad Sandi Ferdy Yulianto, menjelaskan kemuliaan manusia. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Wahai Ali, Jibril pernah berharap menjadi salah satu dari anak Adam karena tujuh hal,’’ tuturnya.
Pertama salat berjamaah. Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat. Salat berjamaah juga menunjukkan kesatuan umat dan kekuatan rohani kolektif. Bahkan dalam keadaan sulit, para sahabat tetap menjaga salat berjamaah di masjid.
Kedua, duduk bersama ulama.
Duduk bersama ulama bukan sekadar menimba ilmu, tetapi juga mendekatkan diri kepada cahaya Allah. Rasulullah bersabda: Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian.
Ketiga, menjenguk orang sakit. Menjenguk orang sakit adalah bentuk empati yang memiliki nilai ibadah besar. Dalam hadis qudsi disebutkan: ’’Hai anak Adam, Aku sakit tapi engkau tidak menjenguk-Ku...’’ Anak Adam bertanya; Bagaimana aku menjengukMu. Sedangkan aku hamba dan Engkau Tuhan. Lalu Allah menjelaskan, seorang hamba sakit, dan jika engkau menjenguknya, engkau akan menemukan Allah di sisinya.
Keempat, mengiringi jenazah. Rasulullah bersabda: Barang siapa mengikuti jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala, sampai disalatkan dan dikuburkan, maka ia kembali dengan dua qirath (pahala), setiap qirath sebesar Gunung Uhud.
Kelima, memberi minum orang lain. Amal sederhana seperti memberi air pun sangat dihargai dalam Islam. Nabi bersabda; Seorang pelacur diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.
Maka bagaimana jika air itu diberikan kepada manusia, terlebih orang beriman?
Keenam, mendamaikan orang berselisih. Allah mencintai perdamaian. Allah berfiman dalam QS Annisa 114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan orang yang menyuruh bersedekah atau berbuat baik atau mengadakan perdamaian di antara manusia.
Abdullah bin Mas’ud berkata: Mendamaikan dua orang yang bertikai lebih utama daripada puasa sunah dan qiyamul lail.
Ketujuh, memuliakan tetangga dan anak yatim. Rasulullah bersabda: Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.
Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini. Nabi mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah beliau.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto