Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 259: Tetaplah Taat Meskipun Berada di Masa yang Sulit

Rojiful Mamduh • Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:55 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya taat meskipun di masa yang sulit.

Pendeta Petrus, mengutip Lukas 5:5. Simon menjawab: ’’Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.’’

Sebagai orang percaya atau disebut pengikut Kristus, kita harus mengerti bahwa Dia memanggil kita untuk hidup taat.

Memang taat itu mudah dikatakan tapi sulit untuk dikerjakan. Apalagi jika perintah tidak masuk akal, atau hal itu tampak konyol bagi orang lain.

Bahkan jika itu tidak mungkin secara finansial, atau bahkan jika kita tidak memahaminya dan takut setengah mati.

Sebagaimana seorang teknisi, dia tahu betul seberapa besar kemungkinan sebuah perangkat dapat diperbaiki. Dia tahu tahu cara dan darimana harus menyelesaikannya.

Demikian juga Bapa kita di surga tahu bagaimana memperbaiki kelemahan-kelemahan diri kita sebagai manusia.

Tuhan pun tahu persis kondisi yang dialami Petrus saat itu. Sebagai seorang nelayan saat itu Petrus merasa gagal, sebab tidak ada hasil sepanjang malam.

Tuhan melihat dengan jelas bagaimana Petrus kecewa dan sudah lelah menunggu. Petrus telah berhenti berjuang mencari ikan karena kondisi terasa sedang tidak bersahabat.

Puji Tuhan, Yesus datang untuk menunjukkan kepada Petrus bahwa Dia mampu memberi harapan walaupun keadaan masih sulit.

Pada ayat 5 ditulis, "Simon menjawab, ‘Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena perkataan-Mu itu, aku akan menebarkan jala juga”.

Ia merespons Yesus dengan ketaatan tanpa ragu. Ketidaktaatan akan selalu merugikan kita karena kita akan kehilangan berkat Tuhan dalam hidup kita.

Di masa-masa sulit seperti inilah Yesus menyelidiki iman kita. Apakah kita berani memercayakan kebutuhan kita kepada-Nya?

Mari belajar dari Petrus yang berani melepaskan kekhawatiran-kekhawatiran yang ada.

Keputusan Petrus untuk menaati perintah Yesus mampu mengubah masa sulitnya menjadi sukacita yang melimpah.

Kehadiran Yesus saat itu telah merubah hidup dan masa depan Petrus selanjutnya. Ia tersungkur dan berkata, "Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa" (ayat 8).

Di atas semuanya itu, Petrus taat melakukan perintah Tuhan Yesus meskipun sulit baginya. Petrus memiliki keberanian untuk memercayakan keterbatasannya kepada Tuhan Yesus walaupun di masa-masa sulit.

Ketaatannya kepada Yesus membawa perubahan hidup meskipun keadaan masih begitu sulit.

Alkitab mengatakan, ’’Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu’’ (Amsal 3:5-6).

’’Berimanlah kepada Tuhan sebab Dia selalu memikirkan yang terbaik buat kita, walau kita tidak bisa langsung melihatnya. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#masa sulit #GPdI House of Prayer Sawahan #Petrus Harianto STh #Renungan Minggu #taat