Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.464: Mengingat Siksa Kubur

Rojiful Mamduh • Jumat, 22 Agustus 2025 | 13:18 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Radarjombang.id - SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (21/8), Pengasuh Pesantren Zainur Rosyid, Tapen, Kudu, Dr H Agus Sholahuddin, menjelaskan pentingnya bersiap menghadapi siksa kubur.

’’Sahabat Usman bin Affan radiyallahu ‘anhu  selalu menangis setiap melewati kuburan,’’ tuturnya.

Hani’ mantan budak Usman bin ‘Affan bercerita; Apabila Usman berdiri di atas kubur, ia menangis hingga janggutnya basah. Lalu aku (Hani’) bertanya, ’’Wahai Amirul Mukminin, ketika disebut surga dan neraka, engkau tidak menangis, tetapi ketika melihat kubur engkau menangis?’’

 Usman menjawab: ’’Aku mendengar Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kubur adalah tempat pertama dari beberapa tempat di akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka yang setelahnya akan lebih mudah. Tapi jika tidak selamat darinya, maka yang setelahnya akan lebih berat.’’

 Baca Juga: Binrohtal 2.453, Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu!

Ini menggambarkan betapa besar rasa takut Usman terhadap fitnah kubur, yaitu ujian dan azab di alam barzah.

Rasa takut Usman adalah cerminan iman yang tinggi. Bukan karena lemahnya jiwa, tapi karena dalamnya pengenalan terhadap Allah Ta’ala dan kehidupan akhirat.

Azab kubur adalah nyata, dan hanya amal saleh yang bisa menyelamatkan seseorang darinya.

Menangis karena takut kepada Allah Ta’ala adalah salah satu ciri orang beriman sejati. Mengingat kematian akan melembutkan hati dan menjauhkan dari maksiat.

 

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi berkarat apabila terkena air. Para sahabat bertanya: ’’Wahai Rasulullah, apa yang bisa membersihkannya?’’

Beliau menjawab: Memperbanyak mengingat kematian dan membaca Alquran.

 Baca Juga: Binrohtal 2.450, 6 Keutamaan Umat Nabi Muhammad SAW

Dahsyatnya siksa kubur disebutkan dalam QS Ghafir 46. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat dikatakan, 'Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.

Imam Qurtubi menjelaskan, ayat ini adalah dalil adanya azab sebelum hari kiamat, yaitu di alam kubur.

 

Imam Ghazali rahimahullah menyatakan; Kubur adalah awal dari rumah akhirat. Dan penyesalan terbesar adalah ketika seseorang melihat amalnya di alam kubur, namun tidak bisa kembali untuk memperbaikinya.

 

Seorang tabi’in bernama Rabi’ bin Khutsaim, dikenal karena kekhusyukannya. Ia menggali kuburan di rumahnya sebagai pengingat kematian. Setiap malam, ia masuk ke dalamnya dan berkata: ’’Wahai Rabbku, kembalikan aku ke dunia agar aku bisa memperbaiki amal.’’

 

Lalu ia menjawab sendiri, ’’Kini waktunya sudah habis, wahai Rabi’.’’

 

Kebiasaan ini membuatnya selalu rendah hati, khusyuk, dan menjauhi maksiat. (jif/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #Kota Santri #Radar Jombang #Binrohtal