Radarjombang.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (11/8).
Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan pentingnya mencintai tanah air. ’’Memperingati HUT Kemerdekaan RI merupakan wujud cinta tanah air. Ada tiga alasan mencintai tanah air,’’ tuturnya.
Pertama, wujud rida dengan ketentuan Allah Ta’ala. Setiap manusia tidak memilih di mana ia dilahirkan. Allah-lah yang menakdirkan tempat kelahiran dan kebangsaannya. Maka mencintai tanah air adalah bentuk keridaan terhadap ketentuan Allah Ta’ala
Dalam sebuah hadis qudsi agung Allah Ta’ala berfirman: Barang siapa yang tidak sabar atas ujian-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, dan tidak rida terhadap ketentuan-Ku, maka keluarlah dari bawah langit-Ku, dan carilah Tuhan selain Aku.
Rida terhadap tanah air tempat kita dilahirkan adalah bagian dari bentuk rida terhadap qada dan qadar Allah Ta’ala. Maka mencintai Indonesia, tempat kita lahir, tumbuh, dan hidup, adalah wujud nyata dari iman dan penerimaan terhadap takdir-Nya.
Kedua, meneladani Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Nabi memberi contoh nyata dalam mencintai tanah air. Ketika harus hijrah dari Makkah ke Madinah, Nabi menunjukkan betapa berat hatinya meninggalkan tanah kelahiran.
Baca Juga: Binrohtal 2.453, Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu!
Nabi bersabda: Betapa baiknya engkau (wahai Makkah) sebagai negeri, dan betapa engkau paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, niscaya aku tidak akan tinggal di tempat lain selainmu.
Ketika telah berada di Madinah, Nabi SAW tidak serta merta melupakan kampung halamannya. Beliau justru berdoa agar diberikan rasa cinta yang sama, atau bahkan lebih, terhadap tanah air yang baru: Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah, atau lebih dari itu.
Mencintai tanah air adalah akhlak para nabi dan bukan sekadar semangat nasionalisme semata. Bahkan, para ulama dan pejuang kemerdekaan kita dahulu menjadikan prinsip ini sebagai dasar perjuangan. ’’Cinta tanah air adalah bagian dari iman.’’
Ketiga, tanah air adalah tempat kita beribadah. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga fasilitas dan sarana yang mendukung ibadah, termasuk keamanan dan stabilitas negara. Kemerdekaan tanah air memungkinkan kita melaksanakan salat, berpuasa, berdakwah, dan mendidik generasi tanpa gangguan.
Kaidah usul fikih menyatakan: Sesuatu yang tanpanya kewajiban tidak sempurna, maka hukum sesuatu itu menjadi wajib.
Kemerdekaan adalah wasilah agar ibadah bisa ditegakkan. Maka mempertahankan kemerdekaan, mencintai negara, menjaga persatuan, dan mengisi kemerdekaan dengan amal saleh adalah bagian dari ibadah.
Allah Ta’ala berfirman dalam
Sebagaimana Allah SWT berfirman QS Al-An'am 11. Berjalanlah kamu di muka bumi…
Tanah air adalah tempat berpijak dan menjalankan perintah Allah Ta’ala. Jika tempat itu hilang, maka sulit kita melaksanakan ibadah dengan sempurna.
Para pahlawan dahulu berjuang mengangkat senjata melawan penjajah, kita hari ini hanya diminta untuk mengisi kemerdekaan dengan syukur dan amal. Syukur ini bukan sekadar diucap di bibir, tapi harus diwujudkan dengan kontribusi positif untuk negeri. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto