Radarjombang.id - Saat ngaji usai salat Duhur Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (7/8), Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng sekaligus Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya tidak mengungkit dosa masa lalu.
’’Ada lima alasan kita tidak boleh mengungkit dosa masa lalu seseorang,’’ tuturnya.
Pertama, Allah Ta’ala Maha Penerima Tobat. Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 222.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.
Baca Juga: Binrohtal 2.451, Hikmah 4 Hal Ditentukan dalam Kandungan
Allah Ta’ala yang memiliki alam semesta saja menghapus dan menutup aib hambanya yang bertobat, lalu siapa kita yang berani membuka dan mengungkitnya kembali?
Kedua, mengungkit dosa masa lalu adalah dosa tersendiri. Serta bisa membuat kita ketularan melakukan dosa tersebut.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.
Dalam hadis lain, Nabi bersabda: Jika engkau mencela saudaramu karena dosa yang pernah dia lakukan, maka engkau tidak akan mati sebelum Allah mengujimu dengan dosa yang sama.
Ini peringatan keras bagi kita. Ketika seseorang menghina, mencemooh, dan terus mengungkit dosa masa lalu orang lain, Allah Ta’ala akan membalas dengan mengujinya pada dosa serupa, agar dia sadar dan berhenti merendahkan orang lain.
Baca Juga: Binrohtal 2.450, 6 Keutamaan Umat Nabi Muhammad SAW
Ketiga, menghalangi jalan tobat dan hijrah. Mengungkit masa lalu orang lain hanya akan menumbuhkan trauma, sedih, dan putus asa dalam hatinya.
Bahkan bisa jadi, dia merasa tidak diterima oleh masyarakat sehingga menjauh lagi dari kebaikan. Padahal, tugas kita adalah mendukung dan mendoakan agar tobat dan hijrahnya istiqamah, bukan melemahkan semangatnya.
Keempat, semua manusia punya masa lalu. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan.
Bedanya, ada yang Allah tutup aibnya sehingga orang lain tidak tahu, dan ada yang Allah tampakkan di hadapan manusia.
Ketika kita merendahkan orang lain atas masa lalunya, kita sedang lupa bahwa kita juga memiliki dosa yang mungkin Allah Ta’ala tutupi dari pandangan manusia.
Baca Juga: Binrohtal 2.447 Menahan Marah Kunci Surga
Kelima, mengungkit masa lalu adalah tanda hati yang sakit.
Orang yang suka mengungkit-ungkit dosa masa lalu orang lain menunjukkan hatinya belum bersih. Ia merasa lebih baik, lebih suci, dan lebih tinggi daripada orang yang pernah berdosa, padahal bisa jadi di sisi Allah Ta’ala orang yang bertobat itu jauh lebih mulia.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Annajm 32. Janganlah kamu merasa diri kalian suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.
Makanya kita dianjurkan mengingat kebaikan orang lain, bukan keburukannya. Nabi bersabda; Ingat-ingatlah kebaikan orang yang telah mati di antara kalian. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto