Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.451, Hikmah 4 Hal Ditentukan dalam Kandungan

Rojiful Mamduh • Rabu, 6 Agustus 2025 | 12:36 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Radarjombang.id - Saat ngaji usai salat Duhur Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (5/8), Ustad Muhammad Nur Iskandar dari PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, menjelaskan hikmah empat hal yang telah ditentukan dalam kandungan. ’’Empat hal itu ditentukan sejak dalam kandungan agar kita selalu berpikir dan bertindak positif,’’ tuturnya.

 

Beriman kepada takdir—termasuk empat hal ini—adalah bagian dari rukun iman. Ini menjadikan kita: Tawakal dalam usaha. Sabar saat gagal. Syukur saat diberi. Sadar bahwa hidup ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ketika janin berusia empat bulan, Allah Ta’ala mengutus malaikat meniupkan roh dan menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia celaka atau bahagia.

 

Pertama rezeki. Allah Ta’ala menetapkan rezeki setiap manusia—berapa banyak yang akan ia dapatkan, dari jalan mana ia mendapatkannya, dan bagaimana ia menggunakannya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Hud 6. ; Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.

 

Hikmahnya, membentuk sikap qana’ah, merasa cukup. Menenangkan hati dari rasa iri dan dengki terhadap rezeki orang lain. Menumbuhkan tawakal dan semangat bekerja, karena Allah Ta’ala sudah menjamin rezeki setiap makhluk, tapi tetap memerintahkan usaha.

 

Kedua  ajal. Yakni waktu kematian yang sudah ditentukan oleh Allah Ta’ala. Tidak bisa dimajukan ataupun dimundurkan walau sedetik. Sebagaimana disebutkan dalam QS Al A’raf 34. Apabila ajal tiba, maka mereka tidak dapat menundanya barang sesaat pun dan tidak (pula) dapat memajukannya.

 

Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan: Ajal adalah takdir yang tidak bisa dihindari, bahkan oleh orang yang paling kuat sekalipun.

Hikmahnya, menumbuhkan kesadaran akan kematian yang bisa datang kapan saja.

 

Mendorong untuk bertobat dan memperbanyak amal saleh. Menghindarkan dari rasa takut berlebihan terhadap dunia, karena ajal sudah ditentukan.

 

Ketiga amal. Amal yang ditentukan mencakup semua perbuatan manusia, baik yang besar maupun kecil. Allah Ta’ala telah mengetahui dan mencatat semua amal hamba-Nya, dan itu menjadi bagian dari takdir yang ditulis sejak dalam kandungan.

Nabi bersabda; Sungguh salah seorang dari kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanya tinggal satu hasta, namun takdir telah mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan penghuni neraka, maka ia pun masuk neraka. Dan sungguh, salah seorang dari kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni neraka, hingga jarak antara dirinya dan neraka hanya tinggal satu hasta, namun takdir telah mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan penghuni surga, maka ia pun masuk surga.

 

Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan: Allah Ta’ala mengetahui semua amal hamba, bukan berarti Dia memaksakan, namun karena ilmu-Nya meliputi apa yang akan terjadi.

Hikmahnya, mendorong manusia untuk beramal dengan ikhlas, karena amal menentukan nasib akhir. Mengajarkan kita untuk tidak merasa aman atau sombong dengan amal yang telah dilakukan. Memahami bahwa amal adalah sebab keselamatan, walaupun takdir sudah ditulis.

 

Keempat celaka atau bahagia. Allah Ta’ala telah menetapkan apakah seseorang akan menjadi penghuni surga (bahagia) atau neraka (celaka), berdasarkan ilmu-Nya tentang bagaimana akhir hidup orang tersebut.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: Ketetapan bahagia atau celaka adalah berdasarkan ilmu Allah yang qadim, bukan paksaan.

Hikmahnya, mengajarkan kita untuk tidak putus asa dari rahmat Allah Ta’ala, karena selama masih hidup, nasib akhir bisa berubah dengan tobat dan amal. Menumbuhkan rasa takut dan harap: takut terhadap dosa dan berharap rahmat Allah Ta’ala. Serta mengingatkan kita untuk selalu berdoa agar diwafatkan dalam husnul khatimah.

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kota Santri #polres jombang #Binrohtal