Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.448, Masuk Surga karena Membebaskan Utang

Rojiful Mamduh • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:13 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Radarjombang.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (31/7), Pengasuh PP Al Manshuriyah, Kalijaring, sekaligus Ketua MUI Kecamatan Tembelang, KH Nur Kholis, menjelaskan keutamaan membebaskan utang. ’’Kebaikan sekecil apapun kelak di akhirat pasti dibalas oleh Allah SWT. Orang yang membebaskan utang, kelak dibebaskan dari siksa,’’ tuturnya.

 

Kiai Nur Kholis cerita, saat hisab di akhirat ada orang yang tidak memiliki amal saleh sama sekali. Pekerjaannya di dunia adalah memberi utang. Orang-orang yang tidak mampu bayar utang banyak yang dia bebaskan. ’’Karena kebaikannya itu, akhirnya dia masukkan ke surga oleh Allah SWT,’’ terangnya.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah 280. Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia mampu membayar. Dan jika kamu menyedekahkannya (menghapuskan utang itu), maka itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang tidak pernah berbuat kebaikan apa pun, tetapi dia dahulu memberi utang kepada manusia. Ia berkata kepada pegawainya: 'Ambillah yang mudah, tinggalkan yang sulit, dan maafkanlah. Semoga Allah memaafkan kita.' Maka Allah pun berfirman: ’’Aku telah memaafkanmu.”

Nabi juga bersabda: Allah merahmati orang yang mudah ketika menjual, mudah ketika membeli, dan mudah ketika menagih utang.

 Ibnu Mas'ud radiyallahu anhu berkata: Siapa yang memberi kelonggaran kepada orang kesulitan dalam membayar utang, maka Allah SWT akan menaunginya di bawah naungan-Nya pada hari kiamat.

Imam Al-Ghazali berkata: Memaafkan utang adalah amalan hati yang tinggi nilainya. Ia bisa menggugurkan dosa dan membawa seseorang kepada rahmat Allah SWT, bahkan jika amal ibadahnya tidak banyak.

Dikisahkan ada seorang pedagang yang tidak dikenal sebagai ahli ibadah. Namun ia sering berkata kepada pegawainya, ’’Jika ada yang belum bisa membayar, maafkanlah.’’ Setelah ia wafat, Allah memaafkannya dan memasukkannya ke surga. Sebabnya? Karena ia memaafkan hamba-hamba Allah SWT. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#polres jombang #Binrohtal