Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.386, Mabrur Tanpa Haji

Rojiful Mamduh • Minggu, 11 Mei 2025 | 13:11 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Radarjombang.id - SAAT khotbah usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (9/5), Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Ustad M Hafidz Alhafiz, menjelaskan amal yang berpahala haji.

’’Orang sedekah bisa mendapatkan pahala haji,’’ tuturnya.

Abdullah bin al-Mubarak suatu ketika melaksanakan ibadah haji. Di dekat Kakbah, dia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka: ’’Berapa banyak yang datang tahun ini?’’ tanya malaikat pertama.

’’Tujuh ratus ribu,’’ jawab malaikat kedua.

’’Berapa banyak yang ibadah hajinya diterima?’’ ’’Tidak satupun. Namun ada seseorang, meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia, seluruh haji mereka diterima oleh Allah.’’

 

’’Kok bisa?’’ ’’Itu Kehendak Allah.’’ ’’Siapa orang tersebut?’’ ’’Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (Damaskus sekarang).’’

 

Mendengar ucapan itu, Abdullah itu langsung terbangun. Sepulang haji, ia menuju kota Damsyiq, Syria. Ia mencari tukang sol sepatu yang disebut malaikat dalam mimpinya.

Setelah ketemu, dia menanyakan amalannya.

Sa’id bin Muhafah bercerita; Sejak puluhan tahun setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja sebagai tukang sol sepatu. Akhirnya tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk berhaji. Waktu saya hendak berangkat, istri yang sedang hamil ngidam berat.

’’Suamiku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini? Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku,’’ pinta istrinya.

Baca Juga: Binrohtal 2.381, Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Bau masakan itu ternyata dari gubuk yang hampir runtuh. Di situ ada seorang janda dan enam anaknya. Saya bilang padanya, istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.

Sambil menangis, janda itu berkata ’’Daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan.’’

 

Kenapa? ’’Sudah beberapa hari kami tidak makan. Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak. Bagi kami, daging ini halal, karena andai kami tak memakannya, kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram.’’

 

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis.., lalu saya pulang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, dia pun menangis. Kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu. Ini masakan untukmu. Uang peruntukan haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka. Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi.

 

Mendengar cerita tersebut, Abdullah bin Mubarak pun tak bisa menahan air mata. Ternyata, itulah yang membuatnya mendapat pahala haji mabrur dan doanya membuat semua jamaah haji diterima ibadahnya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal