Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 237, Kebaikan Jangan Diputar Balikkan

Rojiful Mamduh • Minggu, 30 Maret 2025 | 13:15 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya berpegang pada kebaikan.

’’Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik dan tegakkanlah keadilan,’’ tuturnya mengutip Amos 5:15.

Beberapa kali saya dan istri menunggu jemaat menjalani proses persalinan bayi dalam keadaan sungsang.

Sungsang adalah istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan posisi bayi yang terbalik saat menjelang kelahirannya.

Keadaan seperti ini memerlukan penanganan khusus. Pada posisi normal, kepala bayi berada di bawah dan pantatnya di bagian atas.

Namun pada posisi sungsang, posisi kepala bayi ada di atas sedangkan pantatnya di bawah.

Sungsang artinya sesuatu yang seharusnya benar, tetapi kenyataannya adalah kebalikannya.

Nah, kondisi sungsang ini adalah gambaran yang sedang terjadi pada kehidupan umat Israel pada zaman Nabi Amos. Kebaikan yang diputarbalikkan.

Kejahatan dianggap sebagai kebaikan. Amos 5:7, Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah!

Orang kaya menginjak-nginjak orang miskin. Orang yang berkuasa menindas orang-orang tak berdaya.

Teguran dari orang lain dianggap sepi dan orang yang menegur pun dibenci. Lalu semua kejahatan yang mereka lakukan dianggap benar menurut pandangan mereka sendiri.

Bahkan dengan enteng dan tanpa merasa berdosa, mereka tetap berani merayakan upacara keagamaan seperti memberi persembahan korban bagi Allah (Amos 5:21, 22).

Bukankah hal ini merupakan sebuah tindakan ibadah yang sia-sia, sebab hal itu merupakan kejahatan di mata Tuhan.

Dalam kondisi kejahatan yang seperti ini, Allah mengutus Amos seorang peternak, orang biasa bukan politikus atau pejabat untuk menegur kejahatan penguasa-penguasa Israel saat itu.

Allah tidak mau kebenaran diputarbalikkan. Allah memperingatkan melalui nabi Amos agar mereka segera bertobat dari kejahatan mereka dan tidak lagi menganggap kejahatan sebagai kebaikan supaya mereka terhindar dari murka Allah, ini tertulis di Amos 5:14-15.

Allah memperingatkan karena Allah sangat mengasihi umat-Nya.

Allah tidak pernah tinggal diam ketika kebaikan di dunia ini diinjak-injak. Oleh sebab itu mari dengarkan nasihat Allah hari ini: Bencilah yang jahat. Cintailah kebaikan. Tegakkanlah keadilan. Jauhilah permusuhan, kejarlah kedamaian.

’’Kebenaran dan kebaikan akan selalu ditegakkan di hadapan Tuhan. Jangan pernah takut  hidup dalam kebenaran dan selalu berbuat baik, sebab Tuhan itu adil. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Kebaikan #Renungan Minggu #diputar balik