RadarJombang.id - Ustad Addin Mustaqim Alhafiz, menjelaskan pentingnya mengisi tahun baru dengan hal yang positif. Apalagi tahun baru kali ini bertepatan dengan 1 Rajab.
’’Imam Syafi’i mengatakan, terdapat lima malam dimana doa mudah diijabah. Malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama Rajab, dan malam Nisfu Syakban,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (27/12).
Nah, malam pertama Rajab 1446 H jatuh pada 31 Desember 2024. Karena 1 Rajab 1446 H bertepatan 1 Januari 2025.
’’Jangan sampai malam tahun baru yang bertepatan dengan malam 1 Rajab diisi dengan hal-hal negatif,’’ terangnya.
Setiap amal saleh di bulan Rajab pahalanya dilipatgandakan 70 kali lipat.
Sebaliknya, maksiat di bulan Rajab dosanya juga dilipatgandakan. Karena Rajab termasuk bulan mulia.
Memuliakan yang dimuliakan Allah, maka akan dimuliakan oleh Allah SWT.
Sebaliknya, merendahkan yang dimuliakan Allah SWT dengan maksiat, maka akan mendapat murka Allah SWT.
’’Momen tahun baru waktu untuk bersyukur dan berdoa,’’ terangnya.
Bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan sepanjang tahun ini.
Baik berupa kesehatan, kebahagiaan, maupun hidayah yang diberikan oleh Allah SWT.
Allah berfirman dalam Quran Surat Ibrahim ayat 7; Jika kamu bersyukur, maka Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu; dan jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
Bersyukur bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata.
Sebagaimana disarankan oleh Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam; Kita harus bersyukur dengan lisan, hati, dan perbuatan.
Rasulullah bersabda: Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia juga tidak bersyukur kepada Allah SWT.
Bersyukur dengan lisan bisa dilakukan dengan memperbanyak ucapan "Alhamdulillah" sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT.
Bersyukur dengan hati berarti menerima segala takdir dengan ikhlas dan rido.
Bersyukur dengan seluruh jiwa raga berarti memperbaiki kualitas ibadah kita kepada Allah dan menjauhi segala perbuatan yang dilarang-Nya.
Tahun baru bisa kita isi dengan hal yang halal, bermanfaat dan sesuai tuntunan agama.
Seperti berkumpul bersama keluarga, saling berbagi kebahagiaan, dan melakukan kegiatan yang mempererat tali persaudaraan.
Rasulullah bersabda: Ada tiga hal yang menjadi kebahagiaan bagi seorang mukmin: Syukur kepada Allah atas nikmat, sabar menghadapi cobaan, dan istiqamah dalam beribadah.
Imam Al-Ghazali mengatakan, ’’Kebahagiaan sejati adalah ketika kita mendekatkan diri kepada Allah melalui amal yang baik dan ikhlas.’’
Oleh karena itu, tahun baru bisa diisi kegiatan yang tidak hanya menyenankan tetapi juga bernilai ibadah, seperti memasak bersama, berbagi makanan dengan sesama, atau berzikir dan berdoa.
Melalui perjalanan waktu, kita belajar untuk lebih dekat kepada Allah SWT, lebih bersyukur, dan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian hidup yang semakin berat.
Setiap pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk bermuhasabah, merenung tentang perjalanan hidup kita, dan memperbaiki diri.
Momen tahun baru harus menjadi waktu bagi kita untuk berdoa, berbuat kebaikan, dan bertekad untuk menjadi lebih baik di tahun yang baru.
Sayidia Ali bin Abi Talib radiyallahu anhu berkata; Waktu adalah pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya dengan baik, maka pedang itu akan memotongmu. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto