RadarJombang.id - Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Ngoro, Jombang, KH Moh Mahrus, menjelaskan tanda iman yang sehat.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, iman yang sehat memiliki tiga tanda,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (28/10).
Pertama sabar.
’’Orang yang imannya sehat, akan selalu bisa bersabar atas apapun musibah, ujian dan cobaan yang diberikan Allah SWT,’’ terangnya.
Iman para nabi adalah yang paling sehat. Makanya para nabi paling mendapat cobaan dan musibah untuk menguji kesabarannya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam ditanya oleh sahabat; Siapakah yang paling berat ujiannya? ’’Para nabi,’’ begitu jawab Nabi Muhammad SAW.
Nabi Ayub alaihissalam sakit sampai menjadi kembang bayang selama 17 tahun. Nabi Yusuf alaihissalam dipenjara hingga sembilan tahun.
Nabi Nuh alaihissalam berdakwah selama 950 tahun hanya dapat 80 pengikuti. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sejak dalam kandungan sudah yatim.
Bahkan usia 8 tahun sudah yatim piatu. Ketika berdakwah ke Toif sempat dilempari hingga berdakwah. Ketika perang juga sempat terluka.
Rasulullah bersabda; Sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka.
Baca Juga: Binrohtal 2.206, Ini Bukti Islam Mengajarkan Cinta Tanah Air
Kedua syukur.
’’Orang yang imannya sehat, akan selalu bisa bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah SWT,’’ ungkapnya.
Nabi Sulaiman alaihissalam ketika bisa memahami pembicaraan binatang dan melihat istana ratu Bilqis pindah ke hadapannya dalam sekejap mata, langsung mengucap syukur.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam rela salat malam hingga kakinya bengkak meski tidak punya dosa demi menjadi hamba yang bersyukur.
Rasulullah bersabda; Betapa menakjubkan perkara seorang mukmin. Sungguh semua perkaranya adalah baik.
Apabila ia mendapatkan kebahagiaan lalu bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, itu adalah yang terbaik baginya.
Manakala ia mendapatkan musibah lalu bersabar, itu adalah yang terbaik baginya.
Rasulullah juga bersabda; Menakjubkannya seorang mukmin, karena tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala menentukan satu perkara bagi dirinya, melainkan itu menjadi yang terbaik baginya.
Ketiga, selalu rida dengan Allah SWT.
’’Orang yang imannya sehat, bisa selalu rida dengan apapun takdir Allah SWT,’’ tegasnya.
Ibnu Umar ketika anaknya mati malah tersenyum; Ini karena dia rida dengan takdir Allah SWT.
Dia senang dengan apapun takdir Allah SWT. Karena itu pasti yang terbaik menurut Allah SWT.
Ketika kita rida kepada Allah SWT, maka pada saat itu pula Allah SWT rida dengan kita.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albayinah 8. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW