Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tafsir Beramal Saleh dengan Benar dan Pantas Menurut Surat Al Ashr

Achmad RW • Jumat, 18 Oktober 2024 | 12:33 WIB

Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

Amilu al-shalihat. Beramal saleh. Shaluha – yashluhu, artinya patut, pantes, wajar, layak, damai, bagus dan yang semakna dengan itu.

Andai pesan ayat ini dipenggal, hanya ’’amilu al-shalihat’’ saja, maksudnya: Bahwa seseorang, bila sekedar berbuat saleh saja dan tidak peduli beragama atau tidak, beriman atau tidak, maka pastilah dia beruntung, alias tidak merugi, tidak terjebak ’’Lafi khusr.’’

Ini sunnatullah, ini ugeran yang sudah dititahkan oleh Tuhan atas sifat-Nya Sendiri yang konsisten, obyektif dan maha pemurah.

Mereka yang berbuat shalihat di sektor ekonomi atau bisnis, maka pastilah bakal mendapat keuntungan besar dan tidak akan merugi.

Mereka yang sedang dalam pertempuran, maka pihak yang punya persenjataan dan strategi yang ’’shalihat’’, maka pastilah yang beruntung dan meraih kemenangan, alias tidak kalah dan tidak merugi.

Begitu halnya anda yang tengah menempuh ujian, lalu belajar sungguhan, belajar secara ’’shalihat’’, meskipun tidak berdoa sama sekali, maka anda pasti lulus dan tidaklah merugi karena tidak lulus.

Semua yang terpapar di atas adalah rumusan sunnah Tuhan, meski ada sunnah langit yang mungkin turun di luar nalar. Dan itu di luar bahasan ini.

Anda sedang membangun cinta dengan seorang gadis jelita sesuai kurikulum ’’keshalihan’’ bercinta.

Seperti: bersikap sayang, menghormati, memenuhi kebutuhannya secara wajar, maka anda pasti beruntung mempersunting dia.

Ya, tapi kadang takdir berbicara lain dan anda gagal. Ya, meski demikian, pasti ada ’’ketidak shalihan’’ terjadi di antara anda yang menyebabkan kegagalan tersebut.

Di sebuah kota besar yang penduduknya beraneka ragam agamanya membangun rumah ibadah.

Orang-orang Islam membangun masjid sangat megah dengan menara menjulang tinggi menambah kewibawaan masjid tersebut. Tetapi tidak dipasang penangkal petir pada menara itu.

Di sebelahnya, umat Nasrani membangun gereja yang tak mau kalah dengan masjid sebelah.

Puncak atap gereja dan menaranya di pasang penangkal petir yang memadahi.

Begitu musim hujan dan petir menyambar-nyambar seperti biasanya, ternyata yang terkena sambaran dan berantakan adalah menara masjid, bukan gereja. Mengapa..?

Anda pasti sudah mengerti jawabannya. Yakni, karena umat Islam, insinyurnya tidak melakukan ’’shalihat’’ pada menara tersebut meski mereka beriman kepada Allah SWT, beribadah dan bersimpuh, aktif salat dan berzikir.

Sementara kaum Nasrani justru malah mengingkari Allah SWT sebagai Tuhan satu-satunya.

Ya, tetapi mereka melakukan ’’shalihat’’ secara benar dan sesuai dengan ’’sunnatullah’’ yang sudah digariskan.

Makanya Tuhan mengapresiasi dengan sifat ’’rahman’’-Nya. Jadi, ’’amanu’’ saja tidak cukup untuk men-download situs langit.

Lha kok perang Badar yang sama sekali tidak imbang melawan kaum kafir, umat Islam bisa menang mutlak..?.

Lha itulah situs langit yang berhasil diunduh. Silahkan.. Jika anda bisa. (bersambung, in sya’ Allah).

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir Adh dhuha #Al Ashr #Beramal saleh