Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mbah Bolong Berbagi Tips Jitu Mengunduh Cahaya Muhammad

Rojiful Mamduh • Kamis, 3 Oktober 2024 | 19:55 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Rois Syuriyah MWCNU Diwek sekaligus Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong) menjelaskan tentang nur atau cahaya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

’’Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan nur Muhammad dua ribu tahun sebelum menciptakan Nabi Adam alaihissalam,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (2/10).

Sebagaimana hadis dari Abdullah bin Abbas di kitab Maulid Diba. Ketika Nabi Adam diciptakan, maka nur itu berada di sulbi Nabi Adam.

Kemudian terus turun kepada keturunannya khususnya para nabi. Hingga akhirnya ke ayah Nabi  Muhammad SAW Abdullah bin Abdul Muthalib.

Nur itu membuat Abdullah sangat diidamkan oleh semua wanita. Namun ketika istrinya, Aminah, telah mengandung Muhammad, maka nur itu pindah ke kandungan. Sehingga Abdullah tidak lagi dilirik oleh para wanita.

Setelah Nabi Muhammad lahir, maka nur itu pun berada sepenuhnya pada diri Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

’’Karena cahaya, maka pada siang hari, Nabi itu tidak memiliki bayangan seperti kita,’’ terangnya.

Mbah Bolong cerita, suatu ketika Aisyah radiyallahu anha, istri Nabi, sedang menjahit dengan tangan. Tiba-tiba jarumnya terjatuh.

Karena gelap, Aisyah tidak bisa menemukan jarum itu. Kemudian Nabi masuk dan ruangan menjadi bercahaya, sehingga Aisyah bisa menemukan jarumnya.

Aisyah lalu memuji Nabi yang bercahaya. Kemudian Nabi menyatakan, kelak di akhirat, orang-orang yang bisa melihat cahaya Nabi akan selamat.

’’Namun ada tiga golongan yang tidak akan bisa melihat cahaya Nabi itu,’’ ungkapnya.

Pertama, anak yang durhaka kepada kedua orang tua. Kedua, orang yang meninggalkan sunah-sunah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Ketiga, orang yang tidak membaca salawat ketika nama Nabi disebut.

Mbah Bolong lalu cerita malaikat yang mulanya punya kedudukan tinggi. Saat Nabi lewat dalam perjalanan Isra Mikraj, dia tidak mau mengucapkan salawat.

Allah SWT lalu mematahkan sayapnya dan membuangnya di gunung Qaf. Dari awalnya mulia, dia akhirnya menjadi hina.

Malaikat itu lantas minta tolong malaikat Jibril alahissalam agar dimintakan ampun kepada Allah SWT.

Allah SWT mau mengembalikannya asalkan dia membaca salawat sepuluh kali. Malaikat itu pun melakukannya hingga akhirnya posisinya kembali mulia.

’’Yang merasa sedang non job, dikotak, tidak dapat jabatan, perbanyak baca salawat. Pasti akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,’’ saran Mbah Bolong.

Mbah Bolong menceritakan seorang buta yang rajin salat jamaah ke masjid. Suatu saat dia terjatuh dan dimarahi istrinya dilarang ke masjid.

Namun dia tetap memilih ke masjid menjalankan perintah Nabi. ’’Dia akhirnya mimpi ketemu Nabi dan disuruh membuka matanya. Dia pun kembali bisa melihat,’’ ungkapnya.

Orang yang hatinya bersih akan bisa ketemu Nabi di dalam mimpi. ’’Kita belum bisa mimpi ketemu Nabi berarti hatinya masih kotor. Harus banyak baca salawat,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#cahaya #Binrohtal #muhammad #Mbah Bolong #mengunduh