Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Waspada! Sifat Buruk Ini Ternhyata Menghalangi Datangnya Hidayah Dari Allah

Rojiful Mamduh • Kamis, 26 September 2024 | 21:02 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan bahaya hasud alias iri hati dengki.

’’Hasud bisa menghapus pahala amal baik juga bisa menghalangi masuknya hidayah,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (25/9)

Orang Yahudi dan Nasrani tahu kabar akan datangnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Namun mereka tidak mau beriman lantaran dengki, Muhammad tidak lahir dari kalangan mereka.

Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Albaqarah 146; Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri.

Dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Ustad Yusuf lalu cerita zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Suatu ketika Nabi melihat seorang ayah membacakan Taurat untuk anaknya yang sedang sakit.

Nabi lalu bertanya kepada si bapak, apakah di Taurat ada bagian yang menceritakan kabar akan datangnya Nabi akhir zaman yakni Muhammad. Si bapak menggeleng menjawab tidak ada.

Di luar dugaan, si anak yang sakit langsung bangkit dan mengatakan bahwa di kitab Taurat yang dibaca ayahnya ada kabar tentang datangnya nabi akhir zaman bernama Muhammad.

Persis dengan ciri-ciri yang ada pada Nabi Muhammad. Maka si anak langsung menjabat tangan Nabi Muhammad dan mengucap syahadat. Setelah itu dia roboh dan wafat.

 

Ustad Yusuf juga cerita Ka’bul Ahbar. Dia ini menangi hidupnya Nabi, namun baru masuk Islam di zaman Umar bin Khattab radiyallahu anhu. Dia pun cerita penyebabnya.

Dia pendeta Yahudi, ayahnya pun pendeta Yahudi. Suatu ketika ayahnya membacakan Taurat, lalu mengambil satu lembar dan menyembunyikannya di peti.

Setelah ayahnya wafat, dia pun membuka peti itu. Lembaran Taurat yang disembunyikan ternyata mengabarkan akan datangnya Nabi Muhammad dengan segala ciri-cirinya.

Setelah membaca itu, maka dia pun masuk Islam. Saat itu sudah era Umar bin Khattab.

’’Orang Yahudi tahu di Taurat ada penjelasan akan datangnya Nabi Muhammad SAW dengan semua ciri-cirinya,’’ jelasnya.

Mereka juga menunggu kelahiran Muhammad. Mereka berharap Muhammad lahir dari kalangan mereka.

Namun begitu tahu Muhammad tidak lahir dari kalangan mereka, justru lahir dari kalangan Arab, maka mereka pun iri dengki dan sakit hati.

Sehingga akhirnya tidak mau ikut Nabi Muhammad. Bahkan justru menyembunyikan kabar akan datangnya Muhammad beserta semua ciri-cirinya yang ada di Taurat.

’’Rasulullah bersabda; Dengki itu menghapus pahala amal seperti api menghanguskan kayu bakar,’’ terangnya.

Orang yang dengki tidak suka melihat orang lain dapat nikmat. Serta ingin nikmat orang lain hilang.

Ini berarti dia tidak terima dengan takdir Allah SWT. Padahal di antara rukun iman adalah rida dengan takdir. Baik takdir buruk maupun takdir baik.

’’Orang yang dengki dimurkai Allah SWT, karena tidak terima dengan pembagian Allah SWT,’’ tegasnya.

 

Iri dengki menyebabkan tidak bahagia. Justru mewariskan sakit hati, sedih dan susah terus menerus.

’’Agar tidak hasud, kita harus senang melihat orang lain senang,’’ ajaknya.

Ini membuat kita selalu bahagia. Karena cukup dengan melihat orang lain bahagia, kita sudah merasa bahagia. (jif/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Hidayah #hasud #iri hati #dengki #Binrohtal #allah