Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 314, Berbuat Kesalahan Bisa Menurunkan Wibawa

Rojiful Mamduh • Selasa, 3 September 2024 | 15:22 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menyampaikan nasihat sahabat Umar bin Khattab radiyallahu anhu.

Utamanya agar kita tidak kehilangan wibawa dan tidak banyak melakukan kesalahan.

’’Pertama, barangsiapa banyak tertawanya maka berkuranglah wibawanya, sehingga manusia tidak akan memuliakannya,’’ tuturnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jauhilah olehmu banyak tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah.

Kedua, barang siapa yang meremehkan manusia maka ia akan diremehkan oleh manusia.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Bercanda adalah tipu daya dari setan dan tipuan dari hawa nafsu.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullahu Ta'ala berkata: Hindari olehmu bercanda karena sesungguhnya bercanda itu adalah kebodohan yang menimbulkan dendam.

’’Orang yang sering guyon, maka saat serius pun akan dianggap guyon,’’ terangnya.

Imam Al-Mawardi berkata: Sungguh guyonan itu awalnya manis, akan tetapi akhirnya adalah permusuhan.

Menjadi marah karena guyonan itu orang yang mulia. Lancang merendahkan kepada orang mulia itu rakyat jelata. 

Ketiga, barangsiapa banyak melakukan sesuatu, maka ia pasti dikenal karena sesuatu itu.

Baca Juga: Toriqoh 306, Azab Bepergian

Maksudnya, ia terkenal di antara manusia karena sesuatu itu.

Sebagaimana telah berkata Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah: Nilai seseorang adalah sesuatu yang dia bisa mengerjakan sebaik-baiknya.

Keempat, dan barangsiapa banyak omongannya maka banyak pula salahnya.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh manusia yang paling banyak dosa-dosanya pada hari kiamat adalah yang paling banyak di antara mereka ucapannya dalam hal yang tidak bermanfaat baginya.

Nabi juga bersabda: Akan diazab lisan dengan suatu azab yang tidak diberikan kepada anggota-anggota badan yang lain.

Kemudian lisan berkata: Ya Rabb kenapa engkau mengazabku dengan suatu azab yang tidak akan diazabkan pada anggota-anggota badan yang lain?

Maka dikatakan kepada lisan: Telah keluar darimu perkataan yang sampai ke belahan timur dan barat sehingga ditumpahkan darah yang haram.

Serta dirampas karena perkataanmu itu harta yang haram. Dan dilanggar sebab perkataanmu itu farji wanita yang haram.

Demi kemuliaanKu, benar-benar aku akan mengazabmu dengan suatu azab yang Aku tidak akan menimpakan pada anggota badan lain.

’’Sebab ucapan lisan bisa terjadi perang, pembunuhan, perampokan, perampasan bahkan perzinaan. Makanya azab lisan sangat berat,’’ tegasnya.

Setali dengan lisan yakni tulisan. ’’Karena tulisan itu juga sama dengan ucapan,’’ jelasnya.

Makanya Kiai Cholil berharap para santri tidak gampang menyebarkan omongan dan tulisan yang berisi keburukan. Karena hal itu membuat kita terus dapat kiriman dosa.

Sebaliknya, sebarkan ucapan dan tulisan yang baik. Agar kita terus dapat kiriman pahala.

’’Agar lisan tidak menyebabkan dosa, iringilah setiap ucapan dengan zikir,’’ tambahnya. Lisan berucap, sambil hati berzikir.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke hati, maka setiap ucapan dan tulisan akan diiringi zikir. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
#KH Cholil Dahlan #MUI Jombang #PP Darul Ulum Rejoso #Jombang #Toriqoh