Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ini Alasan Allah Menugaskan Hambanya untuk Terus Beribadah

Rojiful Mamduh • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 18:58 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Mudir Ma’had Aly Tebuireng, KH Achmad Roziqi, menjelaskan pentingnya ibadah.

 ’’Ibadah merupakan tugas kita selaku makhluk. Ini hak Tuhan yang harus kita penuhi selaku hambaNya,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (22/8).

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Azzariyat 56: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku"

Berangkat dari situ, maka kita tidaklah memiliki hak untuk menuntut Allah Subhanahu wa Ta'ala agar membalas ibadah kita dengan pahala; surga.

Hal ini karena memang sudah menjadi tugas utama kita sebagai hambaNya untuk tunduk dan patuh kepadaNya tanpa ada kewajiban sedikitpun dari Allah SWT agar membalas ibadah kita.

Pahala; surga yang kita inginkan adalah semata-mata anugerah Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita. Murni fadolNya, bukan karena yang lain.

Anugerah ini di antara wujud rahmah dan magfirah Allah SWT kepada kita semua.

Konsep pahala dan siksa yang kita yakini: Jikalau DIA memberikan pahalaNya kepada kita, maka itu adalah semata-mata karena fadolNya.

Dan jikalau Dia menyiksa, maka itu adalah wujud nyata keadilanNya.

Rasulullah Muhammad sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda; Tidaklah pernah amal seseorang itu memasukkannya ke dalam surga.

Lalu para sahabat bertanya: Apakah hal ini juga berlaku kepada Panjenengan?

Rasulullah Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: Ya, kecuali jika Allah merahmati saya.

Dari sini terlihat sangat jelas bahwa surga itu pemberian, bukan yang lain. Lalu, jika demikian, masih pentingkah amal bagi kita?

Jawabannya, sangat penting. Sekalipun Allah Subhanahu wa Ta'ala nyata-nyata sebagai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tetapi Dia memiliki panduan yang telah Ia tentukan sendiri kepada siapa RahmatNya Ia berikan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS Al A’raf 156:

"RahmatKu melingkupi apa saja, maka Aku tuliskan bahwa rahmatKu teruntuk orang-orang yang bertakwa, membayar zakat dan mereka yang iman kepada ayat-ayatKu."

’’Allah SWT sudah menggaris, mereka yang paling totalitas dalam memenuhi Hak Tuhannya lah yang paling berhak mendapatkan rahmatNya,’’ terangnya.

Maka kita harus mendudukkan bahwa Rahmat Allah SWT adalah segalanya bagi kita, bukan yang lain. Adanya fadol; pahala bahkan surga sekalipun adalah wujud RahmatNya, bukan yang lain.

’’Berpegang akan Rahmat Allah SWT adalah keniscayaan yang akan menghilangkan rasa pesimis dalam diri kita yang dibisikkan oleh setan saat kita sedang terjatuh. Setan berharapan agar kita berputus asa dari rahmatNya,’’ jelasnya.

Malaikat Jibril alaihissalam bercerita kepada Nabi Muhammad SAW.

’’Hai Muhammad, demi Allah yang telah menugaskan engkau menjadi nabi. Allah SWT memiliki hamba yang beribadah selama 500 tahun di atas gunung. Orang tersebut meminta kepada Allah SWT, agar diambil nyawanya dalam keadaan sujud dan memohon supaya jasadnya tidak rusak sampai ia dibangkitkan pada hari kiamat"

Allah SWT mengabulkan semua doanya. Jibril melihat di lauhil mahfudh, orang itu kelak akan dihidupkan pada hari kiamat dan dihadapkan kepada Allah SWT.

 AllahSWT berkata kepadanya: ’’Hamba-Ku, engkau kumasukkan surga berkat Rahmat-Ku!’’

Tetapi, orang itu menyangkal. Ia mengatakan bakal masuk surga sebab ibadah yang ia lakukan.

Baca Juga: Ini Tanda Seseorang Dikehendaki Allah SWT Jadi Orang Baik

Kemudian, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menghitung besarnya nikmat-Nya dibanding ibadah hamba.

Setelah dihitung, rupanya ibadah selama 500 tahun, tidak sebanding dengan sebuah nikmat, berupa penglihatan.

Maka, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk memasukkan si hamba ke neraka. Sebelum dimasukkan neraka, hamba tadi kemudian berkata:

Karena rahmat-Mu, semoga aku dimasukkan ke surga! Kembali, Allah SWT memerintah malaikat untuk menghadapkan si hamba.

’’Hai, hamba-Ku! Siapakah yang menciptakanmu?’’ tanya Allah SWT.

’’Engkau, wahai Tuhanku,’’ jawab hamba.

Siapa yang memberi kekuatan kepadamu untuk beribadah selama 500 tahun?

’’Engkau, wahai Tuhanku.’’

Allah SWT lalu berfirman; ’’Semuanya dapat terjadi sebab rahmat-Ku.’’ Akhirnya, hamba tadi masuk surga berkat rahmat dari Allah SWT. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#ibadah #hamba #Binrohtal #allah #mahluk asing