RadarJombang.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya ibadah.
’’Di akhirat nanti, tidak ada alasan yang bisa membenarkan tidak ibadah,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (15/8).
Tugas manusia untuk ibadah ditegaskan dalam QS Azzariyat 56: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
’’Allah SWT punya hujjah untuk membungkam seseorang yang berusaha membantah atau mencari-cari alasan tidak ibadah,’’ ungkapnya.
Pertama, Allah SWT akan menolak alasan orang-orang kaya pada hari kiamat dengan sosok Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.
Siapa pun tahu Nabi Sulaiman ‘alaihissalam tersohor sebagai nabi sekaligus penguasa terkaya di muka bumi.
Kekayaannya melimpah. Perhiasan emas-peraknya tak terjumlah. Serta tinggal di istana yang sangat megah.
Kelak di akhirat, Allah SWT akan bertanya kepada para hamba-Nya dari kalangan penguasa dan orang kaya.
Mengapa sewaktu di dunia, kalian tidak beribadah? Mereka berkilah, ’’Kami sibuk, ya Allah, dengan kekayaan dan kekuasaan.’’
Allah ber-hujjah, ’’Adakah kekuasan yang lebih besar, dan adakah kekayaan yang lebih banyak dari kekuasaan dan kekayaan Sulaiman?
Namun, dia tak pernah mengabaikan perintah Kami dan meninggalkan ibadah. Akibatnya, para hamba dari kalangan penguasa dan orang-orang berharta bungkam tak bisa bicara.
Kedua, Allah meng-hujjah para budak dan orang-orang yang sibuk melayani majikan dengan Nabi Yusuf ‘alaihissalam.
Nabi Yusuf hamba sahaya al-‘Aziz penguasa Mesir dan istrinya. Kesehariannya sibuk melayani tuannya.
Meski demikian, tak pernah lalai menjalankan perintah Allah dan tak pernah lengah menjalankan ibadah.
Kelak, Allah akan bertanya kepada para hamba sahaya, para pelayan, dan para suruhan, ’’Mengapa sewaktu di dunia kalian tidak beribadah?’’
Mereka menjawab, ’’Ya Allah, kami sibuk melayani tuan-tuan kami, sehingga tak sempat beribadah.’’
Allah kemudian menghujjah, ’’Sesungguhnya hamba-Ku Yusuf berada dalam kekuasaan penguasa Mesir dan istrinya. Namun, dia tidak pernah mengabaikan perintah dan meninggalkan ibadah.’’
Ketiga, Allah meng-hujjah para hamba-Nya yang diuji penyakit dengan Nabi Ayyub alaihissalam.
Nabi Ayyub diuji dengan penyakit yang berat dan lama. Satu persatu kerabat dan orang terdekatnya menjauh serta mengasingkannya.
Termasuk sang istri yang semula setia menemaninya. Nabi Ayyub tetap sabar menerima ujian dan tak keluar dari perintah.
Kelak pada hari Kiamat, Allah SWT akan bertanya kepada orang-orang yang semasa di dunia repot dengan berbagai ujian.
’’Mengapa kalian tidak beribadah?” Mereka menjawab, ’’Kami sibuk, ya Allah, dengan ujian yang menimpa. Kami repot dengan penyakit.’’
Allah menghujjah, ’’Hamba Kami Ayyub diuji dengan penyakit yang berat. Namun, dia tidak pernah lengah menjalankan perintah dan mengabaikan ibadah.’’
Keempat, Allah meng-hujjah kaum papa dan orang-orang fakir dengan Nabi Isa ‘alaihissalam. Nabi Isa ‘paling fakir di muka bumi.
Baca Juga: Binrohtal 2.205, Dua Hal Ini Tidak Bisa Dipisahkan dalam Kehidupan Manusia
Saking fakirnya, tak memiliki harta sedikit pun. Bahkan istri dan tempat tinggal pun tidak punya.
Kelak di akhirat, Allah akan bertanya kepada orang-orang fakir yang lalai beribadah, ’’Mengapa semasa di dunia, kalian tidak beribadah?’’
Mereka menjawab, ’’Kami repot dengan kekurangan dan kefakiran, ya Allah. Sehingga tak sempat beribadah.’’
Allah SWT menghujjah mereka, ’’Tahulah kalian hamba-Ku Isa yang paling fakir di muka bumi?
Saking miskinnya, dia tak punya harta sedikit pun. Juga tidak punya istri dan kediaman. Namun, dia tetap beribadah dan tak melalaikan perintah. (jif/ang/riz)
Editor : Achmad RW