RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya memiliki tekad untuk perubahan.
’’Ezra ini berangkat pulang dari Babel. "Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan Tuhan, Allah Israel". Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan Tuhan, Allahnya, melindungi dia,’’ tuturnya mengutip Ezra 7:6,10.
Sebab "Ezra telah bertekad" untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.
Perubahan adalah hal yang hari-hari ini banyak dibicarakan di semua kalangan. Tentunya perubahan yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang lebih baik.
Banyak orang yang punya keinginan dan sangat setuju untuk perubahan, tetapi tidak mengambil bagian dalam perubahan tersebut.
Perubahan tidaklah terjadi secara spontan. Perubahan akan terjadi secara pasti pada saat kita punya keinginan untuk berubah. Bahkan tidak hanya sekedar keinginan tetapi perlu tekad.
Kita belajar dari seseorang yang bernama Ezra. Seperti dikatakan ayat diatas, Ezra adalah seorang ahli kitab dan mahir dalam Taurat Musa.
Mari kita perhatikan dengan baik, Ezra dikatakan ahli dan mahir dalam kitab Taurat Musa, padahal Ezra termasuk dari mereka yang saat itu ada dalam pembuangan di Babel.
Walau dalam pembuangan, namun Ezra masih bertekad belajar tentang Taurat Musa dan menghidupinya.
Dalam keadaan yang tidak baik, tidak nyaman, yang mungkin bagi kita itu justru bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan hal apapun.
Tapi Ezra tidaklah demikian, dia terus belajar hingga jadi ahli dan mahir.
Ezra tidak sekedar tahu Taurat Musa, tetapi dikatakan ahli dan mahir, artinya Ezra menguasai sungguh-sungguh Taurat Musa.
Bahkan dalam ayat 10, dikatakan Ezra telah “bertekad” untuk meneliti, melakukan dan mengajar ketetapan/peraturan diantara orang Israel.
Sesuatu yang begitu indah yang dapat kita lihat dalam diri Ezra, apa yang sudah dia pelajari yaitu tentang Taurat Tuhan, "dilakukannya dalam kehidupannya".
Bukan hanya ingin terjadi perubahan, tapi dia bertekad menjadi bagian dari perubahan itu.
Bagaimana dengan kita? Seringkali kita membuat begitu banyak “alasan” yang memang itu keadaan kita untuk tidak melakukan apa yang terbaik dalam hidup ini.
Kita beralasan: Terlalu capeklah, tidak punya waktulah, tidak punya kesempatan, atau banyak lagi alasan-alasan lain yang bisa kita utarakan.
Banyak yang kita lihat bahwa mereka yang belajar tentang “Firman Tuhan” hanya dijadikan pengetahuan bukan merupakan sesuatu yang dihidupi.
Sehingga Firman itu tidak benar-benar mengubah hidup ke arah yang Tuhan mau.
Sekali lagi, Ezra “menghidupi” apa yang dia pelajari! Atau bisa kita katakan menghidupi berarti itu sesuatu yang menjadi gaya hidupnya. Dan semuanya dimulai dengan "tekad".
’’Pastikan setiap kita memiliki tekad yang kuat untuk masuk dan hidup dalam perubahan seperti yang Tuhan inginkan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW