RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya memahami skenario Tuhan yang pasti baik.
’’Betapa sulitnya memahami pikiran Allah, sekalipun kita orang yang percaya pada Tuhan. Mengapa? Karena kita adalah manusia yang sangat terbatas. Sulit bagi kita untuk benar-benar sanggup memahami pikiran Allah. Pasti bisa salah dan keliru. Sebagai manusia, memang kita tidak dapat sepenuhnya memahami Tuhan dengan segala pikiran dan keputusan-Nya secara sempurna,’’ urainya.
Seorang tokoh yang dikenal semasa hidupnya sangat dekat dengan Tuhan, yaitu Daud pernah mengungkapkan dalam salah satu mazmurnya.
’’Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!" (Mazmur139:17).
Namun, sebenarnya ada beberapa kebenaran mendasar yang dapat kita pegang agar kita memahami dan lebih mudah menerima pola pikir-Nya, sehingga kita dapat menuai buah dari penerimaan itu.
Firman Tuhan sudah katakan bahwa ada perbedaan yang jauh di antara pikiran atau rancangan Tuhan dan pikiran atau rancangan manusia.
Yesaya 55:8,9, ’’Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu", demikianlah firman Tuhan.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Membuat rencana untuk masa depan adalah baik. Menentukan langkah demi langkah untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan juga tidak salah.
Namun, kita harus menyadari bahwa sepandai-pandainya manusia merencanakan jalan hidup, tidaklah mungkin baginya untuk menentukan masa depannya hanya dengan keyakinannya sendiri.
Banyaklah rancangan di hati manusia, tapi keputusan Tuhan-lah yang terlaksana.
Dahulu saya berpikir dan bercita-cita menjadi seorang yang berhasil berwiraswasta.
Tapi berjalannya waktu, Tuhan punya rencana yang lebih indah atas hidup saya.
Di saat semua pekerjaan berjalan dengan baik dan makin berkembang, ternyata Tuhan panggil untuk mengabdi penuh melayani pekerjaan-Nya.
Sungguh rencana Tuhan indah pada waktunya dan jauh dari apa yang kita rancangkan.
Kehidupan tidaklah sesederhana prinsip menghitung satu ditambah satu adalah dua, dan kita perlu menyadari bahwa jauh di atas dan jauh melampaui pikiran kita.
’’Ada faktor rancangan Tuhan yang menentukan jalan-jalan hidup kita.’’
’’Tuhan ingin kita mengenal diri-Nya dan memahami kehendak-Nya.
Pastikan setiap kita memahami pikiran Allah, sehingga kita tahu dan mengerti apa yang menjadi rancangan dan kehendak-Nya dalam seluruh hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati,’’ tandasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW