Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.194, 4 Jenis Manusia di Dunia Dalam Menjalani Hidup

Rojiful Mamduh • Jumat, 12 Juli 2024 | 01:33 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Pengasuh PP Zainur Rosyid, Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Dr H Agus Moh Sholahuddin menjelaskan macam-macam kondisi orang hidup.

’’Ada empat macam kondisi orang hidup,’’ tuturnya saat ngaji usai Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (8/7), 

Pertama, alhayatu fil maut. Yakni orang yang masih hidup dalam kondisi matinya.

Maksudnya, namanya terus dikenang bahkan setelah wafatnya.

Ini karena kebaikannya selama hidup sangat banyak. Sehingga setelah mati pun, dia seperti masih hidup.

Contohnya seperti mantan Presiden Soekarno. Karena jasanya sangat besar, maka setelah mati pun namanya masih sering disebut.

Demikian pula dengan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Jasa dan kebaikan-kebaikannya saat masih hidup terus diceritakan orang. Sehingga seakan-akan masih hidup.

KH M Hasyim Asy’ari menyatakan; Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal.

Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita.

Orang yang banyak berbuat dan selalu menebar manfaat, serta terus menerus melahirkan karya monumental di masyarakat, kematiannya bukanlah akhir.

Ia mati, tetapi seperti masih hidup. Sebab, setelah itu namanya akan terus dikenang.

Jasa-jasanya pun masih akan diingat orang dalam iringan doa untuknya.

Dan karya-karya monumentalnya masih bisa dinikmati dan dimanfaatkan generasi setelahnya.

Meskipun telah mati, mereka tetap hidup. Inilah orang mati yang seperti orang hidup.

Kematian bukanlah akhir dari kehidupannya. Kematian tidak mengubur namanya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albaqarah 154:

Janganlah kamu katakan terhadap orang-orang yang mati di jalan Allah SWT bahwa mereka itu mati; bahkan sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Juga ditegaskan dalam QS Ali Imran 169:

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Jika anak cucu Adam mati, maka terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Kedua, alhayatu fil hayat. Orang yang hidup dalam hidupnya.

Yakni banyak mengisi kehidupannya dengan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Baik dalam hal agama, dunia maupun akhiratnya.

Baca Juga: Binrohtal 2.189, Kiat Penting Menghadapi Ujian Hidup

Ketiga, almautu fil maut. Orang yang mati ya mati.

Dia tidak memiliki banyak kebaikan yang membuat dikenang baik. Dia juga tidak  memiliki banyak keburukan yang membuatnya dikenang jelek.

Keempat, almautu fil hayat. Masih hidup tapi seperti sudah mati.

Orang seperti ini banyak keburukannya sehingga tidak diharapkan kehadirannya.

Dia dianggap orang lain tidak ada sehingga seperti sudah mati. Kehadirannya dianggap tiada bahkan orang cenderung menghindarinya.

Imam Syafi’i menyatakan; Di dunia ini, ada orang hidup tetapi seperti orang mati. Juga ada orang mati seperti orang hidup.

Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal.

Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.

Orang hidup yang seperti orang mati adalah orang yang tidak pernah berbuat dan tidak punya karya. Kematiannya adalah akhir segalanya.

Hidupnya hanya untuk dirinya sendiri, maka kematiannya mengakhiri kediriannya itu.

Orang seperti ini tidak ada pergerakan dalam hidupnya. Monoton, statis, tidak punya cita-cita, apalagi berkarya untuk masyarakatnya.

Ini orang hidup tapi seperti orang mati. Karena salah satu ciri kehidupan adalah pergerakan. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#dunia #orang #Binrohtal #hidup