RadarJombang.id - Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As’adiyah, Semanding, Sumbermulyo, Jogoroto, Gus As'ad Nawawi Alhafiz, menjelaskan golongan umat Nabi.
Hal itu, diungkapkannya saat ngaji usai Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (4/7).
’’Di akhirat nanti, umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam terbagi menjadi tiga golongan,’’ tuturnya mengutip hadis yang terdapat dalam Maulid Diba.
Sepertiga pertama masuk surga tanpa dihisab. Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
Kelak ada umatnya yang bangun dari kubur memiliki sayap. Dengan sayapnya itu mereka langsung terbang masuk ke surga.
Oleh malaikat penjaga surga ditanya. Apakah kalian sudah melewati mahsyar?
Apakah kalian sudah melewati timbangan amal?
Apakah kalian sudah melewati pembagian buku catatan amal?
Apakah kalian sudah melewati jembatan yang memisahkan surga dan neraka?
Mereka menjawab tidak melewati semua itu.
Malaikat pun takjub kepada mereka dan bertanya amalnya selama di dunia. Mereka menjawab punya dua amalan.
Yakni selalu rida dengan rezeki pemberian Allah SWT meskipun sedikit. Serta tidak pernah maksiat walaupun sedang sendirian.
Sepertiga yang kedua, mereka melakukan dosa dan kesalahan, namun mendapatkan ampunan.
Mereka melakukan banyak amal baik juga amal buruk. Ketika ditimbang, amal baiknya jauh lebih unggul dari amal-amal buruk.
Sehingga mereka mendapatkan ampunan Allah SWT, kemudian dipersilahkan masuk surga.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alqori’ah 6-7:
Maka adapun orang yang berat timbangan amal (baiknya), maka dia berada di dalam kehidupan yang diridai.
Ada beberapa amal yang membuat dosa kita dihapus.
Dalam hadis qudsi Allah SWT menyatakan; Ketika hendak menimpakan azab kepada suatu kaum, Allah SWT membatalkannya karena melihat tiga golongan.
Pertama, orang yang memakmurkan masjid. Sregep salat jamaah di masjid. Akas bersalawat di masjid. Rajin yasinan, tahlilan, istigosahan dan pengajian di masjid.
Kedua, orang yang saling mengasihi karena Allah SWT. Bukan saudara, tapi mau ngaji bersama. Serta mau sama-sama berjuang di jalan Allah SWT.
Ketiga, Allah SWT membatalkan azab karena melihat orang-orang yang membaca istighfar di waktu sahur.
Sepertiga yang ketiga, mereka melakukan dosa dan kesalahan yang sangat besar. Sehingga kebaikannya nyaris tidak tampak.
Allah SWT memerintah kepada para malaikat; Timbanglah amal perbuatan mereka. Kemudian para malaikat menimbang amal perbuatan mereka dan melaporkan hasilnya.
Baca Juga: Binrohtal 2.188, Doa Arinalhaq yang Diajarkan Nabi Muhammad ini Manfaatnya Sangat Dahsyat
Wahai Tuhan kami, kami menemui bahwa mereka berlebihan atas diri mereka dan kami menemukan dosa mereka seperti gunung. Kebaikan mereka hanya satu.
Mereka bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad SAW adalah utusan Allah.
Allah pun menjawab atas laporan para malaikat-Nya; Aku tidak menjadikan orang-orang yang ikhlas bersaksi kepada-Ku seperti orang-orang yang berdusta kepada-Ku.
Masukkanlah mereka ke dalam surga atas rahmat-Ku.
Mereka golongan muslim yang banyak melakukan perbuatan dosa selama hidupnya.
Dan ketika amal perbuatan mereka ditimbang, amal buruknya lebih berat dibanding amal baiknya. Kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alqori’ah 8-9:
Dan adapun orang yang ringan timbangan amal (baiknya), maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah.
Setelah dibersihkan dosa-dosanya, orang yang banyak dosanya tapi pernah membaca syahadat tadi tetap dimasukkan surga karena rahmat dan ampunan Allah SWT. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW