RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya tulus.
’’Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati,’’ tuturnya mengutip Mazmur 7:11.
Dalam setiap peperangan, satu-satunya tempat yang dirasa paling aman adalah tempat berkubu atau benteng perlindungan.
Namun kita harus tahu secara persis seberapa kuat tempat perlindungan atau benteng perlindungan tersebut.
Dunia adalah medan peperangan karena setiap hari kita harus berjuang melawan hawa nafsu.
Berjuang untuk hidup benar, berjuang menghadapi badai persoalan.
Terlebih-lebih berjuang melawan penghulu-penghulu di udara dan roh-roh jahat di udara (iblis), yang kesemuanya membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.
Satu hal yang pasti adalah bahwa Tuhan berjanji kepada umat-Nya untuk memberikan jaminan kemenangan karena Dia adalah tempat perlindungan yang teguh.
Tetapi tidak semua orang akan beroleh perlindungan dari Tuhan.
Karena Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga.
Mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia, demikian dikatakan dalam Mazmur 11:4.
Baca Juga: Renungan Minggu 196, Keberhasilan Lahir Karena Sesuai Kehendak Tuhan
Jadi semua tingkah laku atau perbuatan manusia, baik atau buruk tidak ada yang luput dari pengamatan Tuhan.
Seperti ada tertulis: ’’Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya. Sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.’’ (Ibrani 4:13).
Tapi Puji Tuhan, Dia memberikan jaminan perlindungan kepada setiap orang yang berhak untuk mendapatkan.
Siapakah itu? Yaitu orang-orang yang hidup dalam ketulusan hati.
’’Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya." (Mazmur 11:7).
Agaknya makin sulit menemukan ketulusan hati di tengah kehidupan yang makin berat.
Persaingan terjadi di setiap bidang usaha. Kecenderungannya mementingkan diri sendiri, mengejar keuntungan dengan menghalalkan segala cara, bahkan bila terpaksa harus merugikan lain.
Di sisi lain hari-hari yang dihadapi orang-orang yang tulus hati sepertinya begitu berat dan seringkali pengorbanan yang diwarnai air mata.
Namun percayalah pada akhirnya orang yang tulus akan terpelihara hidupnya secara aman, karena Tuhan sendiri yang menjadi tempat perlindungan.
’’Jangan takut hidup tulus sebab orang yang tulus dilindungi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW