Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 305, Orang Mukmin Takut Menghadapi 6 Hal

Rojiful Mamduh • Selasa, 2 Juli 2024 | 17:01 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, Jombang, sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan macam rasa takut.

’’Sahabat Utsman bin Affan radiyallahu anhu berkata: Orang mukmin sesungguhnya menghadapi enam macam ketakutan,’’ tuturnya.

Pertama, takut kepada Allah SWT. Takut dicabut keimanannya oleh Allah SWT saat diambil nyawanya.

Karena Allah SWT maha kuasa memberi hidayah dan kuasa mencabut hidayah.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Fatir 8.

Sesungguhnya Allah SWT menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi hidayah siapa yang dikehendaki-Nya.

Allah SWT mengajari doa dalam QS Ali Imran 8.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.

Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.

Kedua, takut kepada malaikat pencacat amal.

Takut mereka mencatat sesuatu yang membuat malu pada hari Kiamat.

Baca Juga: Toriqoh 302, Orang yang Baik Sangka kepada Allah SWT akan Dermawan

Dalam QS Qaf 18 ditegaskan; Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Terbuka kejelekan di dunia, lebih ringan daripada terbukanya kejelekan di akhirat.

Seorang sahabat mengakui dosanya kepada Nabi SAW dan minta agar Nabi berkenan menghukumnya dan dia tidak mencabut pengakuannya.

Padahal Nabi SAW mengisyaratkan untuk mencabut pengakuannya.

Karena terbukanya kejelekan di dunia dengan menjalani hukuman, lebih ringan daripada terbuka kejelekan di akhirat.

’’Habis Magrib dan Subuh itu waktu pergantian malaikat. Kita disuruh wiridan, ngaji, istighotsah dan sedekah karena Nabi ingin saat pergantian malaikat, kita dicatat dalam kondisi melakukan kebaikan,’’ urai Kiai Cholil.

Ketiga, takut kepada setan, jangan-jangan membatalkan amal perbuatannya.

’’Habis sedekah nggerundel. Itu godaan setan yang bisa membuat pahala sedekah hangus,’’ terangnya.

Seperti disebutkan dalam QS Albaqarah 264; Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima. 

Keempat, takut kepada malaikat maut, jangan-jangan merenggut nyawanya dalam kondisi tidak berzikir.

Nabi Muhammad SAW bersabda; Orang yang akhir kalimatnya la ilaha illallah masuk  surga.

’’Sebelum mati mengucapkan la ilaha illallah itu sulit. Makanya setiap usai salat kita dibiasakan zikir. Sebab setiap orang akan mati sesuai kebiasaannya,’’ paparnya.

Kiai Cholil juga menyampaikan dawuh Imam Asy’ari.

Baca Juga: Toriqoh 300, Mulai dari Diri Sendiri

’’Jika ingin dicatat Allah SWT jadi orang baik, maka ketika melakukan maksiat cepat-cepatlah lari menuju taat. Jangan sampai saat maksiat dicabut nyawanya,’’ urainya.

Kelima, takut pada dunia, jangan-jangan membuatnya tertipu dan lengah dari akhirat.

Keenam, takut kepada keluarga, jangan-jangan membuatnya sibuk, sehingga lengah dari mengingat Allah.

’’Misalnya istiqamah baca Quran. Lalu suatu hari nuruti anake ke pasar malam sehingga tidak baca Quran. Seneng dulur, sehingga pas dulur datang ke rumah tidak sekolah,’’ ungkapnya.

Kiai Cholil mengingatkan, dunia rumah cobaan. Sampai seberapa jauh kita ingat kepada Allah SWT.

Diberi nikmat ingat Allah. Diberi sakit ingat Allah SWT. Maka orang seperti itu lulus cobaan.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke hati, maka dalam kondisi apapun akan ingat Allah SWT. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
#KH Cholil Dahlan #PP Darul Ulum Rejoso #Jombang #mui #Toriqoh #takut