Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 304, Salat Ternyata Bermanfaat Mencegah Keluh Kesah, Ini Buktinya

Rojiful Mamduh • Rabu, 26 Juni 2024 | 00:34 WIB

 

Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya salat.

’’Salat bisa mencegah keluh kesah,’’ tuturnya.

Manusia cenderung bersifat keluh kesah. Sebagaimana disebutkan dalam QS Almaarij 19-21. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.

’’Kecuali orang-orang yang salatnya daim dan khusyuk,’’ terangnya.

Salat daim disebutkan dalam QS Almaarij 22-23. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat.  Yang mereka itu tetap terus-menerus mengerjakan salatnya.

Maksudnya, memelihara salat dengan menunaikannya di waktunya masing-masing dan mengerjakan wajibnya dan sunahnya. Serta mengerjakan salatnya dengan tenang dan khusyuk.

Termasuk ke dalam pengertian ini kalimat al-ma-ud da-im, artinya air yang tenang dan diam, tidak beriak dan tidak bergelombang serta tidak pula mengalir.

Makna ini menunjukkan wajib tumakninah dalam salat. Orang yang tidak tumakninah dalam rukuk dan sujudnya bukan dinamakan orang yang tenang dalam salatnya.

Bukan pula sebagai orang yang menetapinya. Orang mengerjakan salat dengan cepat bagaikan burung gagak yang mematuk, maka ia tidak memperoleh keberuntungan dalam salatnya.

Daim juga bermakna, mengerjakan suatu amal kebaikan dengan istiqamah.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Amal yang paling disukai oleh Allah SWT ialah yang paling istiqamah, sekalipun sedikit.

Aisyah radiyallaha anha, istri Nabi, mengatakan; Rasulullah apabila mengamalkan suatu amalan selalu istiqamah.

Nabi Danial alaihissalam menyebutkan sifat umat Muhammad SAW; Mereka selalu mengerjakan salat yang seandainya kaum Nuh mengerjakannya, niscaya mereka tidak ditenggelamkan.

Seandainya kaum 'Ad mengerjakannya, niscaya mereka tidak tertimpa angin yang membinasakan.

Atau kaum Samud, niscaya mereka tidak akan tertimpa  gempa bumi dan petir disertai batu.

Maka kerjakanlah salat, karena sesungguhnya salat itu merupakan akhlak orang-orang mukmin yang baik.

Salat khusyuk disebutkan dalam QS Albaqarah 45 dan QS Almukminun 2.

Khusyuk yakni menghadapkan diri sepenuh hati, merasa takut, merendah dan tunduk secara mutlak kepada Allah SWT.

Khusyuk juga berarti tunduk dan menyukai ketaatan. Hatinya merasa tenteram dengan berzikir kepada Allah SWT.

’’Tiap-tiap salat memiliki keutamaan masing-masing,’’ terang Kiai Cholil.

Salat Isya dan Subuh membuat kita dijauhkan dari sifat munafik.

Rasulullah bersabda; Sesungguhnya salat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah salat Isya dan Subuh.

Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.

Baca Juga: Toriqoh 299, Enam Pengaruh

Rasulullah juga bersabda; Barangsiapa melaksanakan salat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan salat separuh malam.

Dan barangsiapa yang melaksanakan salat Subuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan salat semalam penuh.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan mudah melaksanakan salat secara daim dan khusyuk. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#KH Cholil Dahlan #khusyuk #Toriqoh #salat