RadarJombang.id - Gus Wildan, menjelaskan manfaat zikir saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (19/6),
’’Zikir itu membangun jiwa dan menguatkan fisik. Juga membuat ingatan tidak mudah lupa,’’ terangnya.
Termasuk zikir yakni belajar atau mencari ilmu.
Almarhum KH Maimun Zubair wafat di tanah suci usia 90 dengan ingatan yang masih kuat.
Sebelum Subuh beliau murajaah kitab tafsir Jalalain. Kemudian pada waktu pagi ngaji kitab Ihya Ulumuddin.
Alquran menyebut orang cerdas dengan ulul albab, sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran 190.
Sedangkan ciri ulul albab disebutkan dalam QS Ali Imron 191:
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Zikir itu artinya ingat. Lawannya adalah lupa. Otomatis orang yang banyak zikir tidak mudah lupa.
’’Agar tidak mudah lupa, kita diperintah untuk terus belajar,’’ terangnya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Carilah ilmu sejak dari buaian ibu hingga liang lahat.
Dalam kitab Ta’limul Mutaalim disebutkan: Orang yang tidak mengagungkan ilmu setelah yang ke seribu kali seolah saat ia baru pertama mendengar, maka bukan ahli ilmu.
Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Ada seorang Arab Badui bertanya, ’’Siapa orang yang paling baik, wahai Muhammad?’’
Nabi menjawab, ’’Yang panjang umurnya dan baik amalnya.’’
Yang lain bertanya pula, ’’Wahai Rasulullah, syari’at Islam begitu banyak, memberatkan kami dan sulit kami menjalani itu semuanya.’’
Lalu Nabi memberikan saran, ’’Hendaklah lisanmu selalu basah dengan berzikir pada Allah SWT.’’
Allah SWT berfirman dalam QS Arra’du 28. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.
’’Hati yang tenang membuat fisik dan pikiran kuat,’’ tegasnya.
Sebaliknya, hati yang tanpa zikir membuat fisik dan pikiran lemah.
Inilah rahasianya sehingga orang iman sedikit bisa mengalahkan orang kafir meski jumlahnya lebih baik.
Yakni karena hati orang beriman selalu berzikir sehingga bisa sabar. Contohnya di perang Badar.
Tentara Islam berjumlah 313 yang sedang puasa Ramadan bisa mengalahkan pasukan kafir dengan jumlah seribu lebih.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Anfal 65. Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang.
Baca Juga: Binrohtal 2.178, Manfaat Menasihati dari Hati
Jika ada 20 orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang musuh.
Dan jika ada 100 orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 1.000 orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW