RadarJombang.id - H Fattah Nashir, menjelaskan kiat mengarungi kehidupan.
Hal itu, diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (13/6).
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memberikan empat resep mengarungi kehidupan,’’ terangnya.
Sesuai sabdanya kepada Abu Dzar al-Ghifari; Wahai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu karena lautan itu sangatlah dalam.
Ambil bekal yang cukup karena perjalanan sangatlah jauh.
Ringankanlah beban bawaanmu karena lereng bukit sangatlah sulit dilalui.
Dan ikhlaslah dalam beramal karena Allah Maha Teliti.
Pertama, memperbarui niat. Niat merupakan kunci dari setiap amal.
Hendaknya kita meluruskan niat, dan meneguhkan langkah kita hanya untuk meraih rida Allah SWT.
’’Kadang awal bekerja kita niatnya baik. Tapi ditengah jalan muncul niat jelek. Makanya harus sering introspeksi atau muhasabah,’’ terangnya.
Allah SWT berfirman dalam QS Albaqarah 207:
Baca Juga: Binrohtal 2.177, Meluruskan Pemahaman
Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk meraih rida Allah SWT dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
Kedua, mempersiapkan bekal amal terbaik. Takwa merupakan bekal terbaik.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 197.
Carilah bekal, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
Siapa saja yang tidak memiliki bekal akhirat, mereka akan menyesal.
Sebagaimana disebutkan dalam QS al-Fajr 24:
Penghuni neraka berkata; Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.
’’Jadi bekal untuk akhirat itu adalah amal saleh,’’ tegasnya. Bekal yang utama yakni salat.
Ketiga, tidak terlena dengan kehidupan di dunia.
Makin banyak barang bawaan, akan makin berat pula beban yang akan ditanggung.
Umur, kesehatan hingga harta kita semuanya akan dihisab.
Bahkan harta akan dihisab dua; Bagaimana memperolehnya dan bagaimana mempergunakannya. Semakin banyak harta, maka akan semakin berat dan lama hisab kita.
Baca Juga: Binrohtal 2.174, Inilah Beberapa Keutamaan Hari Arafah Juga Manfaat Puasa Arafah
’’Harta itu haramnya menjadi azab. Halalnya akan dihisab,’’ tegasnya.
Saking beratnya hisab, sampai-sampai di akhirat nanti banyak yang berharap jadi debu, sehingga tak perlu menghadapi hisab.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Annaba 40:
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: ’’Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.’’
Keempat, ikhlas dalam beramal. Ikhlas itulah yang membuat amal kita bernilai dihadapan Allah SWT.
Amal ibarat jasad, ikhlas ibarat ruh. Tanpa ruh, jasad tidak akan hidup. Tanpa ikhlas, amal tidak akan bernilai.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Azzumar 2: Maka sembahlah Allah dengan ikhlas memurnikan ketaatan kepada-Nya.
’’Allah Maha Tahu. Semua amal yang tidak ikhlas nanti akan dilemparkan kepada pelakunya. Bahkan bisa menyeret pelakunya ke neraka,’’ tegasnya.
Seperti kisah orang jihad, pembaca Alquran, dan dermawan yang beramal dengan niat tidak karena Allah SWT yang akhirnya dijebloskan ke neraka. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW