Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ternyata Ini Makna Perintah untuk Beribadah dan Berkurban di Surat Al Kautsar

Achmad RW • Jumat, 14 Juni 2024 | 14:41 WIB
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

’’Fa shalli li Rabbik wa inhar.’’

Beribadahlah, salatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah.

Dua perintah setelah Allah SWT memberi al-kautsar, kabajikan tak terhingga kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Yakni beribadah dan berkurban.

Salat adalah ibadah vertikal, langsung kepada Tuhan, sedangkan berkurban adalah ibadah sosial, berinteraksi dengan sesama manusia.

Inilah penghambaan dua arah, penghambaan makhluk kepada Sang Khaliq, yaitu menjalin komunikasi internal lebih dahulu, baru komunikasi eksternal.

’’Fa salli li Rabbik.’’

Menyembah, bersujud, mengerjakan salat sesuai aturan syariah. Ini kunci dan ini mutlak.

Tidak bisa disebut sebagai hamba beriman sejati, siapa yang tidak salat.

Ya, sebab salat adalah bukti pengakuan manusia kepada Tuhannya.

Salat itu bukti keimanan yang paling utama.

Baca Juga: Kiamat (10)

Disebutkan, salat adalah amal ibadah pertama dan utama yang dihisab nanti di hari akhir.

Bila salatnya baik, maka amal yang lain cenderung baik pula dan sebaliknya.

Dari salat itulah memancar ibadah dan kebajikan lain.

Salah satunya adalah aktif memanusiakan manusia, seperti Tuhan yang selalu memanusiakan manusia.

Ya, karena ada ajaran kebersamaan seperti dalam salat berjamaah.

Ada pendidikan etika, andap asor dan tawadluk, seperti posisi sujud.

Kepala lebih rendah dibanding posisi pantat.

Sekhusyuk apapun dan berlama-lama apapun, tetapi agama tetap menyuruh agar diakhiri.

Ada aturan dalam mengakhiri salat, yaitu dengan salam.

Dipandu dengan gerakan menengok ke arah kanan lebih dahulu, lalu ke sebelah kiri. Isyarat apakah..?

Pertama, Tuhan tidak mau hamba-Nya terus menerus bersujud di hadapan-Nya dengan konsentrasi macam itu.

Ya, karena itu mereduksi amanah manusia yang lain.

Baca Juga: THE HORSE (32)

Seolah Tuhan berkata: ’’Sudah, sudah,.. cukup. Segera tutup pertemuan dengan Kami, karena kamu masih punya pekerjaan yang belum selesai.’’

Kedua, tetapi jangan langsung minggat dan lepas, melainkan tebar salam sejahtera terlebih dahulu kepada kawan dan tetangga di sebelah kanan dan di sebelah kirimu.

Menengok ke kanan adalah isyarat perintah menengok tetangga sebelah kanan dan menawarkan: ’’Apa yang bisa saya bantu wahai kawan..’’ Lalu, ke tetangga sebelah kiri.

Ketiga, salam adalah simbol kedamaian dan kenyamanan yang mesti dimiliki oleh muslim yang salat.

Orang lain merasa aman di sisinya.

Orang lain merasa mendapatkan suatu kebaikan darinya. Segar berada di dekatnya.

Maka tak pantas, selesai salat berjamaah ’’nyangking’’ sandal orang lain.

(bersambung, in sya’ Allah).

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir #al kautsar #makna #berkurban #beribadah