Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.177, Meluruskan Pemahaman

Rojiful Mamduh • Senin, 10 Juni 2024 | 13:00 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Rois Syuriyah MWCNU Diwek sekaligus Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Jombang, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya ngaji yang benar agar tidak salah paham.

’’Sebab untuk makrifat kepada Allah SWT harus pakai ilmu,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (6/6).

Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran 18.

Mbah Bolong cerita, suatu ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjenguk orang sakit.

Nabi bertanya; Apakah kamu sudah berobat dan berdoa minta sembuh? Orang itu menjawab; Tidak. Tidak apa-apa sakit, yang penting saya masuk surga.

’’Nabi lalu menegur jangan seperti itu. Harus ikhtiar agar sembuh. Sebab orang mukmin yang sehat dan kuat itu lebih dicintai oleh Allah SWT,’’ tegasnya.

Orang mukmin yang sehat, juga pasti lebih banyak kebaikannya dibanding yang sakit.

Allah SWT menyuruh kita mencari bekal akhirat. Namun dengan tanpa melupakan dunia.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Alqasas 77.

’’Nabi lalu mengajari doa sapu jagat. Rabbana atina fiddunnya hasanah wafil akhirati hanasah waqina azabannar. Sehingga akhirnya sembuh,’’ jelasnya.

Baca Juga: Binrohtal 2.174, Inilah Beberapa Keutamaan Hari Arafah Juga Manfaat Puasa Arafah

Doa sapu jagat itu bisa untuk segala hajat dunia akhirat.

Mbah Bolong lalu bertanya; Ketika kita dulu dijajah.

Pemahaman yang betul, kita harus berjuang agar merdeka atau neriman dijajah? ’’Berjuang agar merdeka,’’ jawab jamaah yang dibetulkan Mbah Bolong.

Sebagai pemimpin, juga harus punya pemahaman yang betul.

Bahwa tugasnya yang utama adalah berbuat adil.

’’Nabi bersabda; Pemimpin adil satu jam lebih baik daripada ibadah 60 tahun,’’ tegasnya.

Nabi juga bersabda; Orang yang melakukan lima hal maka akan dikuasai lima hal.

Pertama, banyak orang yang merusak perjanjian maka akan dikuasai musuh.

Kedua, banyak pemimpin yang memutuskan tidak sesuai aturan Allah SWT, maka akan diberi miskin.

Ketiga, banyak zina maka banyak mati mendadak dan mati aneh-aneh.

Keempat, jika banyak pedagang curang, maka tanaman tidak akan tumbuh.

Kelima, jika banyak orang kaya enggan zakat maka akan sulit hujan.

Mbah Bolong juga mengingatkan agar di bulan Dzulhijjah ini banyak beramal saleh.

Karena Allah SWT sangat cinta dengan orang yang memperbanyak amal saleh di bulan Dzulhijjah.

Puasa satu hari pada sembilan hari pertama Dzulhijjah akan diberi pahala seperti ibadah satu tahun.

Puasa hari tarwiyah 8 Dzulhijjah akan menghapus dosa setahun.

Puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah menghapus doa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Malam Idul Adha termasuk malam dimana semua doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Orang yang menghidupkan malam Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati di saat semua hati mati.

Orang yang berkurban pada 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, maka untuk tiap bulunya akan mendapatkan pahala satu kebaikan.

Dan hewan kurban itu akan datang di hari kiamat untuk memberi pertolongan dan bersaksi dihadapan Allah SWT. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#pemahaman #meluruskan #Ngaji #Jombang #Binrohtal #Mbah Bolong #KH Nurhadi