RadarJombang.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, KH Muhammad Sholahudin, menjelaskan keutamaan bulan Dzulqa’dah.
Hari ini kita sudah masuk 25 Dzulqa’dah 1445 H.
’’Pada bulan Dzulqa’dah ini kita melakukan persiapan haji dan kurban,’’ tuturnya saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (31/5),
Dzulqa’dah merupakan salah satu dari bulan-bulan haji (ashurul hajj) yang dimuliakan Allah SWT.
Dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya, QS al-Baqarah 197:
Haji, waktu dan musimnya (beberapa bulan yang dimaklumi), yaitu Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.
Dalam QS Albaqarah 196 ditegaskan; Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah SWT.
’’Di antara tafsirnya menjelaskan, bahwa haji dan umrah itu menyempurnakan rukun-rukun Islam lainnya,’’ terangnya.
Salat kita bisa jadi masih ada kekurangannya. Maka disempurnakan dengan haji dan umrah.
Puasa kita bisa jadi masih ada kekurangannya. Maka disempurnakan dengan haji dan umrah.
Zakat kita bisa jadi masih ada kekurangannya. Maka disempurnakan dengan haji dan umrah.
’’Pada bulan ini kita juga bersiap melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang nanti akan dilaksanakan tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah,’’ terangnya.
Kurban ini sangat banyak keutamaannya. Di antaranya, amalan yang paling dicintai Allah SWT di hari raya Idul Adha.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah SWT melebihi mengalirkan darah (hewan kurban).
Sesungguhnya hewan kurban datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya untuk memberi syafaat.
Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.
Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Maidah 27: Sesungguhnya Allah SWT hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.
Berkurban dapat menjadi media meraih ketakwaan. Sebagaimana disebutkan dalam QS Alhajj 37:
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah SWT, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.
Berkurban dapat menambah amal kebaikan sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat.
Zaid ibn Arqam berkata: Wahai Rasulullah SAW, apakah kurban itu?
Rasulullah menjawab: Kurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.
Baca Juga: Binrohtal 2.168, Alasan Mengapa Melaksanakan Kewajiban Haji itu Penting
Sahabat bertanya: Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?
Rasulullah menjawab: Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.
Sahabat bertanya; Kalau bulu-bulunya?
Rasulullah menjawab: Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW