RadarJombang.id - Ustad Addin Mustaqim Alhafiz, menjelaskan empat hal yang membuat adanya keutamaan bulan Dzulqa’dah.
’’Ada empat keutamaan bulan Dzulqa’dah,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (29/5).
Pertama, termasuk ashurul hurum atau bulan mulia yang disebut dalam QS Attaubah 36:
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah SWT adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.
Empat bulan mulia itu yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab.
Bulan ini juga disebut dengan Al-Qadah, atau Al-Qidah. Karena zaman dahulu, masyarakat Arab diam di tempatnya.
Haram bagi mereka untuk mengadakan peperangan dan tidak pula bepergian.
Kedua, masa tiga puluh malam yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa alaihissalam untuk bertemu dengan-Nya terjadi pada Dzulqa’dah.
Sepuluh malam sisanya terjadi pada bulan Dzulhijjah. Sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-A’raf ayat 142:
Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi).
Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam.
Baca Juga: Binrohtal 2.169, Jangan Sampai Menyesal Karena Ketinggalan Ibadah
Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: ’’Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.
Ketiga, pahala amal baik dilipatgandakan. Dzulqa’dah bulan yang diagungkan kehormatannya.
Pahala amal yang baik akan dilipatgandakan 70 kali. Amal buruk juga dilipatgandakan dosanya.
Kita dianjurkan memperbanyak amal baik agar tidak terperosok pada amal buruk.
Imam Syafii mengatakan; Nafsumu jika tidak engkau muati dengan kebaikan, maka akan memuatimu dengan keburukan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Puasa tiga hari berturut-turut, Kamis, Jumat dan Sabtu pada ashurul hurum termasuk Dzulqa’dah, diberi pahala seperti ibadah 900 tahun.
Keempat, bulan haji. Dzulqa’dah adalah bulan baik bagi orang yang ingin melaksanakan ibadah haji.
Karena pada dasarnya, Dzulqa’dah merupakan salah satu dari bulan-bulan haji (ashurul hajj) yang dimuliakan Allah SWT. Dijelaskan Allah dalam firman-Nya, QS al-Baqarah 197:
Haji, waktu dan musimnya (beberapa bulan yang dimaklumi), yaitu Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.
Rasulullah tidak pernah melakukan umrah kecuali pada Dzulqa’dah.
Sahabat Anas bin Malik menyatakan, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah.
Kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau.
Baca Juga: Binrohtal 2.166, 3 Amalan yang Bikin Hisab Ringan
Rinciannya, satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW