Radarjombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbang MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, memberikan resep efektif untuk mengubah keluarga, lingkungan bahkan bangsa dan negara. ’’Caranya yakni dimulai dari diri sendiri,’’ tuturnya.
Misalnya kita ingin anak rajin salat, maka kita harus rajin salat.
Sebagaimana Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang sering mengajak cucunya salat di masjid sejak mereka masih kecil.
Kita ingin anak puasa, maka kita harus puasa. Ingin anak rajin sedekah, maka kita harus sering sedekah di depan anak. Ingin anak rajin baca Alquran, maka harus sering baca Alquran.
Ingin pasangan tidak mudah marah, maka kita harus mau menahan marah. Suatu ketika, Nabi disowani lelaki yang mudah marah sehingga dalam keluarganya tak ada ketenangan karena sering gegeran.
Lalu Nabi berpesan kepadanya; Jangan marah, jangan marah, jangan marah.
Ketika lelaki itu mempraktikkan tidak mudah marah, maka istrinya juga tidak gampang marah. Tidak lagi sering gegeran. Sehingga anak-anak kerasan di rumah.
’’Guru juga harus mengawali dari dirinya ketika menyuruh muridnya,’’ terangnya.
Kiai Cholil menjelaskan, santri di PP Darul Ulum di larangan membawa HP. Maka ketika guru mengajar, juga tak boleh main HP.
’’Kalau santri lihat gurunya main HP saat mengajar, maka santri akan iri. Sehingga mendorong mereka melanggar aturan,’’ urainya.
Memulai dari diri sendiri adalah resep Alquran yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Sebagaimana disebutkan dalam QS Attahrim 6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu.
’’Dirimu, baru keluargamu,’’ tegasnya. Jika diteruskan, dari keluarga akan berdampak pada lingkungan. Dari lingkungan akan berdampak hingga bangsa dan negara.
Baca Juga: Toriqoh 297, Enam Hal Terasing
Ali bin Abu Talib karramalallahu wajhah mengatakan, makna yang dimaksud ayat itu ialah didiklah mereka dan ajarilah mereka. Rasulullah berpesan agar mengajari anak tiga hal.
Pertama, cinta Nabi. Kedua, cinta keluarga Nabi. Serta ketiga, membaca Alquran.
Menurut Ibnu Abbas, maknanya, amalkanlah ketaatan kepada Allah SWT dan hindarilah perbuatan-perbuatan durhaka kepada Allah SWT.
Serta perintahkanlah kepada keluargamu untuk berzikir, niscaya Allah akan menyelamatkan kamu dari api neraka.
Rasulullah bersabda: Perintahkanlah kepada anak untuk mengerjakan salat bila usianya mencapai tujuh tahun.
Dan apabila usianya mencapai sepuluh tahun, maka pukullah dia karena meninggalkannya.
Hal yang sama diberlakukan terhadap anak dalam masalah puasa. Agar hal tersebut menjadi latihan baginya dalam ibadah. Harapannya, pada usia balig sudah terbiasa untuk mengerjakan ibadah, ketaatan, dan menjauhi maksiat serta meninggalkan perkara yang mungkar.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan mudah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto