Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rahasia di Balik Surat dan Janji Allah Tentang Telaga Al Kautsar

Achmad RW • Jumat, 24 Mei 2024 | 13:32 WIB
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

RadarJombang.id - Surah dalam Alquran yang terpendek ada dua, yakni al-Kautsar dan al-Ashr. Hanya terdiri dari tiga ayat, selain basmalah.

Meski pendek, tapi isi pesannya sangat luas dan filosofis. Lihat saja nama surah ini, al-Kautsar.

Bentuk mubalaghah, top, ikut wazan ’’fau’al’’, dari kata katsir yang artinya ’’banyak’’ menjadi kautsar, sangat banyak atau banyak sekali.

Apanya yang sangat banyak..? Yaitu anugerah kebajikan, kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya, baik kualitas maupun kuantitas.

Bahasa tafsirnya ’’al-khair al-katsir.’’ Anugerah universal yang terlihat dan yang tak terlihat, dari Dzat yang tidak terlihat dan maha pemberi secara cuma-cuma.

Nama surat ini sesungguhnya teguran Tuhan terhadap manusia yang tidak pandai, yang tidak bisa melihat anugerah Tuhan tersebut.

Ya, bisa karena daya lihatnya yang tidak cemerlang dan bisa pula karena saking banyaknya kenikmatan tersebut, saking lembutnya hingga dianggap biasa-biasa saja.

Al-kautsar, diberikan di dunia kepada semua hamba-Nya tanpa mempertimbangkan apa-apa.

Tidak ada pertimbangan keyakinan, apalagi pertimbangan amal. Itulah sifat al-Rahman Tuhan.

Dan diberikan juga di akhirat bagi yang pantas diberi. Ini khusus orang beriman menurut kelas masing-masing.

Dan itulah sifat al-Rahim.

Baca Juga: Kiamat (8)

Katanya, di sono ada telaga bernama kautsar berisikan minuman super sejuk dan super segar sehingga tak terbanyangkan kelezatannya.

Itu teruntuk hamba-Nya yang punya amalan khusus.

Penguasa telaga itu adalah Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan mempersilahkan umatnya yang loyal dan aktif membaca salawat kepada beliau, selain beriman dan beramal saleh.

Tidak terbayangkan: ’’Piye rasane..?” Matahari direndahkan dan manusia berdesakan dalam waktu yang hanya Tuhan sendiri yang mengerti.

Pasti sangat haus dan dahaga, lelah dan lunglai.

Terus.. Diberi minuman super segar, lezat dan nikmat. Itulah minuman produk al-Kautsar.

Mereka yang bersalawat secara sungguhan, kelak sangat berpotensi mendapatkan minuman ini.

Sedangkan mereka yang salawatannya bercampur irama musik, tabuhan dan lain-lain, Allah a’lam.

Itu tidak jelas, apakah bersalawat atau bernyanyi. Yang jelas mereka itu sedangan bersalawat dalam nyanyian dan bisa pula bernyanyi dalam salawatan.

Rumusannya adalah dilihat daya khudlur-nya. Khudlur adalah kondisi jiwa, kondisi hati yang hadir, yang khusyu’, yang sowan di hadapan Rasulullah SAW.

Jika power khudlur-nya lebih dominan dibanding musik dan irama tabuhannya, maka itu masuk kategori bershalawat.

Tapi, bila musik lebih dominan dibanding khudlurnya, maka sejatinya dia bernyanyi, cuma liriknya salawat. (bersambung, in sya’ Allah)

Editor : Achmad RW
#al kautsar #surat #rahasia