RadarJombang.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, KH Muhammad Salahuddin, menjelaskan pentingnya mengutamakan rida Allah SWT.
’’Orang yang mengutamakan rida Allah SWT, maka akan mendapatkan anugerah di dunia dan di akhirat,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (14/5).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;
Tidaklah kamu meninggalkan sesuatu karena Allah SWT, melainkan Allah SWT akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untukmu.
Nabi juga bersabda; Barangsiapa yang mencari rida Allah SWT saat manusia tidak suka, maka Allah SWT akan meridainya dan Allah SWT akan membuat manusia meridainya.
Barangsiapa yang mencari rida manusia dan membuat Allah SWT murka, maka Allah SWT akan murka padanya dan membuat manusia pun ikut murka.
Nabi Sulaiman alaihissalam memiliki banyak kuda yang amat dicintai.
Suatu ketika, Nabi Sulaiman sibuk dengan kuda-kudanya hingga terlewat waktu salat Asar, sedangkan ia belum salat.
Nabi Sulaiman segera melaksanakannya. Kemudian menyembelih kuda-kuda tersebut karena cintanya kepada Allah SWT.
Maka Allah SWTmenggantikan yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yaitu angin yang berhembus ke arah dan tempat mana pun ia inginkan.
Nabi Yusuf alaihissalam menghadapi godaan wanita bangsawan dan cantik.
Ia meninggalkan wanita tersebut karena Allah SWT semata.
Nabi Yusuf lebih memilih dipenjara karena mencari rida Allah SWT daripada melakukan zina.
Maka Allah SWT menggantinya dengan yang lebih baik dari itu.
Nabi Yusuf dijadikan sebagai perdana menteri kerajaan.
Nabi Muhammad SAW pernah mendapat tawaran harta, kedudukan, maupun wanita oleh orang-orang musyrik Quraisy agar meninggalkan dakwahnya.
Namun, Nabi Muhammad SAW dengan tegas menolak dan memilih bersabar dalam jalan dakwah untuk mencari rida Allah SWT semata.
Maka Allah pun menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi yang paling mulia dari para nabi sebelumnya.
Para muhajirin yang berhijrah rela meninggalkan rumah dan tanah air yang mereka cintai menuju Madinah.
Allah SWT ganti perjuangan mereka dengan penaklukan dan kekuasaan di muka bumi yang mencapai belahan timur maupun barat.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Annur 55:
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai.
Suhaib Ar-Rumi radiyallahu ‘anhu merupakan sahabat Nabi dari Romawi yang tinggal di Makkah.
Ketika memenuhi seruan berhijrah menuju Madinah, ia ditahan oleh orang-orang musyrik Makkah.
Baca Juga: Binrohtal 2.160, Ini Perbedaan Nyata Kaum Mukmin dan Munafik
Maka Suhaib menawarkan seluruh harta yang ditinggalkan untuk mereka agar membiarkannya berhijrah ke Madinah.
Allah SWT mengganti perjuangnya dengan keuntungan yang sangat besar, berupa pujian dari Rasulullah dan turunnya firman Allah SWT, QS Al-Baqarah 207.
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah.
Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW