Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 298: 6 Golongan Dilaknat

Anggi Fridianto • Selasa, 14 Mei 2024 | 15:15 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

Radarjombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbang MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan golongan yang dilaknat.

’’Ada enam golongan yang yang mendapat laknat dari Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW dan para nabi lainnya,’’ tuturnya.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Enam orang yang saya laknat, dilaknat juga oleh Allah SWT dan oleh setiap nabi yang diterima doanya.

Pertama, orang yang menambah isi kitab Allah. Yaitu orang yang memasukkan sesuatu yang tidak ada dalam Alquran dan menakwilkannya dengan sesuatu yang tidak benar.

Kedua, orang yang mendustakan ketentuan Allah SWT. Semua yang terjadi di dunia sesuai ketentuan Allah SWT. Semua tidak lepas dari takdir Allah SWT.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alqamar 49. Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar.

Iman terhadap qada dan qadar termasuk rukun iman. Dengan meyakini qada dan qadar, maka kita tidak akan sombong jika berhasil.

Serta bisa sabar jika gagal. Karena yakin bahwa apapun yang menimpa kita merupakan yang terbaik menurut Allah SWT.

Ketiga, penguasa yang sewenang-wenang, yang mengagungkan orang yang telah dihinakan oleh Allah SWT dan menghina orang yang telah diagungkan oleh Allah SWT.

Keempat, menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah SWT. Yaitu orang yang melakukan segala sesuatu yang haram.

’’Contoh kecilnya gosob. Memakai milik teman tanpa izin. Itu haram. Kita tidak boleh menganggapnya halal,’’ tegas Kiai Cholil.

Nabi pun pernah ditegur karena mengharamkan sesuatu yang halal. Sebagaimana disebutkan dalam QS Attahrim 1.

Kelima, melakukan perbuatan terlarang terhadap keturunan dan kerabat Rasulullah Muhammad SAW. Yaitu orang yang berlaku maksiat, mendurhakai dan menzalimi keturunan dan kerabat Rasulullah.

’’Agar tidak jatuh pada menzalimi keturunan Rasulullah, maka kita memuliakan keturunan Rasulullah,’’ terangnya.

Nabi bersabda; Didiklah anakmu tiga hal. Mencintai Nabi, mencintai keluarga Nabi serta membaca Alquran. Dengan mencintai Nabi, kita akan cinta dan senang melaksanakan ajaran yang dibawa Nabi yakni syariat Islam.

Keenam, orang yang berpaling dari sunah Rasulullah karena meremehkannya. Yakni tidak melaksanakan hal sunah karena meremehkan.

’’Misalnya tidak salat sunah qabliyah bakdiyah. Tidak salat Duha. Tidak salat tahajud. Tidak melakukannya karena meremehkan,’’ ungkapnya.

’’Kalau tidak melakukan karena malas tidak apa-apa. Yang penting tidak karena meremehkan,’’ tegasnya.

Misalnya salat tajahud. Nabi sangat menekankan pentingnya salat tahajud. Sampai-sampai ditegaskan; Lakukanlah walaupun hanya dua rakaat yang ringan dan cepat. Secepat orang memerah susu.

Agar tidak jatuh pada meremehkan, maka kita berusaha mengamalkan hal-hal sunah.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan mudah mengamalkan hal-hal yang sunah. (jif/naz/ang)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #Kota Santri #Toriqoh