Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.156, S3 Ini Bisa Bikin Anda Mulia Di Sisi Allah

Rojiful Mamduh • Senin, 29 April 2024 | 15:30 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan ciri orang yang paling mulia di sisi Allah.

Menurutnya, salah satu ciri orang mulia di sisi Allah adalah mereka yang menetapkan dirinya jadi orang yang bertakwa.

’’Orang yang paling mulia adalah yang paling bertakwa,’’ tuturnya mengutip QS Alhujurat 13 saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (24/4).

S pertama, sedekah. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam adalah orang paling mulia dan paling banyak sedekah.

Suatu hari, ada orang memberi Nabi uang satu karung. Nabi langsung mempersilakan orang-orang mengambil sesuai kebutuhannya.

Sampai-sampai ketika putrinya sendiri, Fatimah, datang untuk minta, seluruh uang sudah habs. Sehingga Fatimah tidak kebagian.

Nabi tidak bisa tidur ketika masih punya uang. Sehingga sebelum tidur, pasti mencari orang untuk diberi sedekah.

Baca Juga: Binrohtal 2.153, 3 Amalan yang Bisa Membantu Meringankan Hisab

Para Nabi seluruhnya senang sedekah. Nabi Ibrahim alaihissalam pernah berkurban 1.000 kambing, 300 sapi dan 100 unta.

Nabi Ibrahim juga tidak pernah makan sendirian.

Nabi Ibrahim selalu mencari teman untuk diajak makan bersama. Bahkan rela berjalan jauh demi mencari teman diajak makan.

S kedua sabar.

S ketiga sepuro atau memaafkan.

Para Nabi dan siddiqin semuanya sabar dan bisa memaafkan.

Nabi Yusuf alaihissalam yang dimasukkan ke sumur oleh saudara-saudaranya pun rela memaafkan.

Bahkan Nabi Yusuf berbuat baik kepada mereka dengan memintakan ampunan kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam QS Yusuf 92.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam selama dakwah di Makkah juga mendapat perlakuan tidak baik.

Namun giliran Nabi menaklukkan Makkah, Nabi memberikan maaf dan ampunan. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 159.

Para sahabat Nabi juga senang memaafkan. Salah satu contohnya Abu Bakar Assiddiq radiyallahu anhu.

Abu Bakar rutin memberi nafkah bulanan kepada ponakannya bernama Mistah.

Baca Juga: Binrohtal 2.150, Salah Satu Hasil Tempaan Ramadan Adalah Selalu Merasa Diawasi Allah

Tapi ternyata air susu dibalas air tuba. Mistah ikut menyebarkan berita bohong bahwa Aisyah putri Abu Bakar selingkuh.

Abu Bakar marah sehingga bertekad menghentikan nafkah bulanan Mistah.

Allah SWT menegur dengan menurunkan QS Annur 22. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.

Apakah kamu tidak ingin Allah SWT mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Mendengar ayat ini, Abu Bakar langsung berkata; Iya ya Allah, saya mau mendapatkan ampunanMu.

Abu Bakar lantas memaafkan dan berbuat baik kepada Mistah dengan menambahi jumlah nafkah bulanan yang diberikan.

Jika kita memaafkan, maka kita akan mendapatkan maaf dan ampunan dari Allah SWT. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Mulia #s3 #Binrohtal #allah