Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 189, Ikutilah Pilihan Tuhan, Karena Pasti Ada Kebaikan di Sana

Rojiful Mamduh • Minggu, 28 April 2024 | 17:54 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya mengikuti pilihan Tuhan.

’’Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku,’’ tuturnya mengutip Yeremia 20:7.

Saat masih duduk di SMA, ada keinginan untuk menjadi seorang atlet atau berwiraswasta.

Tidak terbersit sedikitpun untuk menjadi seorang pendeta.

Tetapi dengan berjalannya waktu dan proses yang begitu panjang, pada akhirnya sampai pada rencana dan panggilan Tuhan.

Dalam proses yang diikuti, ketetapan dan panggilan Tuhan tidak bisa dihindari.

Pinginnya kalau bisa menghindar, tapi seakan selalu tidak bisa menghindar.

Ada saja cara Tuhan dengan hal-hal yang tidak terpikirkan membuat saya tidak bisa mundur dari panggilan.

Dengan cara Tuhan, akhirnya membawa pada penyerahan diri masuk Sekolah Alkitab dan bisa menyelesaikan dua angkatan.

Walaupun dengan pergumulan, tapi Puji Tuhan, pilihan dan ketetapan Tuhan tidak salah.

Pilihan dan ketetapan Tuhan pasti yang terbaik bagi kita.

Baca Juga: Renungan Minggu 186, Belajar Kekuatan Iman dari Tumbuhnya Pohon Kurma

Hidup ini memang terdiri dari pilihan-pilihan. Kita memilih untuk begini dan begitu, ke sini dan ke situ.

Namun terkadang dalam hal-hal tertentu kita tidak bisa memilih.

Tuhan seakan-akan sudah memilihkan untuk kita dan kita tidak bisa tidak harus menjalani pilihan yang sudah Tuhan tentukan itu.

Contohnya Yunus. Tuhan sudah menetapkannya untuk pergi ke Niniwe.

Yunus tidak ingin pergi ke kota itu, sampai ia mencoba melarikan diri, tetapi akhirnya ia tidak bisa menghindar (Yunus 1-3).

Demikian juga dengan Yeremia. Ia tidak ingin menjadi nabi, status yang banyak membuatnya menderita lahir dan batin.

Namun setiap kali ia mencoba menghindar, dalam hatinya selalu muncul sesuatu yang menyala-nyala seperti api dan ia tidak sanggup menahannya (Yeremia 20:9).

Hal itu membuat Yeremia mengatakan seperti ayat di atas: "Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku."

Kita pun mungkin pernah atau bahkan tengah mengalami hal serupa, ingin lari dari suatu tugas panggilan, tetapi tidak kunjung bisa. Ada saja yang menghalangi.

Dalam situasi demikian, tidak ada jalan lain, terima dan jalani tugas panggilan itu dengan rela.

Jangan memberontak. Sebab hanya akan melelahkan diri sendiri.

Jangan menghindari tugas panggilan Tuhan, seberat apapun jalani dengan iman.

Baca Juga: Renungan Minggu 183, Pentingnya Menjaga Sikap Hati yang Benar

Apa yang Tuhan rancangkan atas hidup kita itu pasti yang terbaik.

’’Penuhilah panggilan pelayananmu dan tunduk pada pilihan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #Renungan #mengikuti #pilihan #Petrus Harianto STh #Tuhan