Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Cerita Unik Komunitas Ngaji Bernama 'Jamiyah Ora Umum' di Jombang, Tak Berhenti Belajar Alquran Meski Usia Tak Lagi Muda

Rojiful Mamduh • Jumat, 19 April 2024 | 20:32 WIB

Pengasuh Jamiyah Ora Umum PP Izzatul Quran, Kayen, Kayangan, Diwek, Ustad Budi Al Ashad Alhafiz, bersama anggota di makam Syekh Jumadil Kubro di puncak Gunung Turgo Sleman Yogyakarta (10/12/2023).
Pengasuh Jamiyah Ora Umum PP Izzatul Quran, Kayen, Kayangan, Diwek, Ustad Budi Al Ashad Alhafiz, bersama anggota di makam Syekh Jumadil Kubro di puncak Gunung Turgo Sleman Yogyakarta (10/12/2023).
 

RadarJombang.id – Semangat anggota Jamiyah Ora Umum Umum PP Izzatul Quran, Kayen, Kayangan, Diwek, Jombang patut diteladani.

Meski sudah punya anak bahkan cucu, jamiyah ora umum ini masih semangat belajar membaca Alquran mulai abata.

’’Sampai saat ini masih jilid 2 tilawati,’’ kata Ustad Budi Al Ashad Alhafiz, pengasuh jamiyah ora umum.

Jamiyah ora umum sendiri, berdiri 21 Januari 2023. Setiap bakda Magrib, Budi mengajar fasohah di musala pondok. ’’Ngajarnya pakai mik,’’ ucapnya.

Suatu ketika, dia didatangi empat orang dari gang 2 Kayen. Mereka mau ikut ngaji tapi minta waktu khusus.

’’Saya awalnya berat. Karena usianya diatas saya. Lalu mereka bilang, kalau saya hanya mau kumpul dengan orang putih, lalu siapa yang mau membimbing mereka untuk mentas dari kegelapan. Dari situ hati saya tersentuh, sehingga akhirnya mau,’’ urai alumi PP MQ Tebuireng ini.

Ngaji, akhirnya disepakati setiap Sabtu pukul 21.00 di kediaman Cak Dol (Sugiono).

Kegiatan berikutnya, disepakati berlangsung keliling di rumah anggota. Awalnya ngaji klasikal.

’’Mulai Oktober 2023 ngaji setoran tilawati di musala sini (PP Izzatul Quran),’’ terangnya.

Dalam jamiyah itu, disepakati juga aturan sekali setor lima halaman.

 ’’Awalnya 9 orang, sekarang yang ikut 16 orang,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Pasar Heppiii yang Digelar Karta Heppiii Community di Jombang Sukses & Meriah

Setoran menghabiskan waktu dua jam. Dilanjutkan pengajian hadis maupun akhlak. ’’Pukul 23.45 baru selesai,’’ ujarnya.

Jamiyah ora umum ini, juga sering mengadakan ziarah dan sowan.

Malam 27 Ramadan lalu sowan pengasuh PP MQ KH Abdul Hadi Yusuf Alhafiz dan ziarah makam KH Yusuf Masyhar Alhafiz.

Dua kali ke makam Syekh Jumadil Kubro di puncak Gunung Turgo Sleman Yogyakarta.

’’Usia jangan menghalangi belajar Alquran. Fatihah dibaca dalam salat. Kalau bacanya tidak tepat, lalu bagaimana salatnya?’’ jelasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Alquran #Ngaji #Jombang #jamiyah ora umum