Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 294, Momen Idul Fitri Adalah Silaturahmi yang Paling Murni

Rojiful Mamduh • Rabu, 17 April 2024 | 14:50 WIB

 

Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, KH Cholil Dahlan, menjelaskan silaturahmi yang paling murni.

’’Silaturahmi yang paling murni adalah saat Idul Fitri seperti ini,’’ tuturnya, Sabtu (13/4).

Hal itu, karena tamu yang datang kala Idul Fitri pasti langsung disuruh masuk tanpa ditanya keperluannya apa.

Ini berbeda dengan silaturahmi di luar Idul Fitri. ’’Di luar Idul Fitri, tamu yang datang pasti ditanya keperluannya apa,’’ terangnya.

Biasanya, si tamu lantas menjawab, yang pertama silaturahmi.

Yang kedua, ada keperluan ini dan itu.

Karena silaturahmi Idul Fitri paling murni, maka Allah SWT sangat cinta dengan orang-orang yang melaksanakannya.

Alkisah, ada orang mudik dari kota ke desa naik kendaraan umum. Dalam rangka silaturahmi Idul Fitri.

Allah SWT lalu mengutus malaikat dalam wujud manusia untuk bertanya kepada orang tersebut.

Kamu mau kemana? ’’Saya hendak mudik ke kampung untuk menemui keluarga, saudara dan kerabat?’’

Apakah untuk menagih utang atau ada keperluan lain? ’’Tidak.’’

Baca Juga: Toriqoh 291: Waspada! Ini Bahayanya Memiliki Sifat Panjang Angan

Lalu kenapa kamu mudik hingga rela berdesak-desakan di kendaraan umum? ’’Saya mudik lantaran cinta karena Allah SWT.’’

Allah subhanahu wa ta’ala lalu minta malaikat itu mengatakan kepada orang tersebut;

Sebagaimana dia mudik lantaran cinta karena Allah SWT, maka Allah SWT juga  mencintai dia.

’’Makanya, libur Lebaran harus benar-benar dimanfaatkan untuk silaturahmi,’’ saran Kiai Cholil.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;

Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi.

Suatu ketika, ada dua orang lelaki bertamu kepada Nabi Daud alaihissalam.

Bersamaan dengan itu, malaikat pencabut nyawa, Izrail, menginformasikan kepada Nabi Daud bahwa salah satu dari mereka akan diambil nyawanya tujuh hari lagi.  

Namun setelah beberapa minggu, Nabi Daud alaihissalam masih melihat mereka berdua.

Nabi Daud pun bertanya kepada Izrail: ’’Bagaimana mereka bisa tetap hidup?’’

Izrail menjawab; ’’Sepulang bertamu darimu, mereka melanjutkan perjalanan untuk bersilaturahmi, maka Allah SWT memanjangkan umurnya 20 tahun.

Kita juga harus bersilaturahmi dengan tetangga.

Baca Juga: Toriqoh 288, Lima Hal Lebih Utama Dari Hal Lain

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;

Tetangga itu ada tiga. Pertama, tetangga yang memiliki satu hak. Yakni tetangga yang musyrik

Kedua, tetangga yang memiliki dua hak. Yakni tetangga muslim.

Hak sesama muslim dan hak tetangga.

Ketiga, tetangga yang memiliki tiga hak. Yakni tetangga muslim sekaligus bersaudara.

Yaitu hak sesama muslim, hak saudara, dan hak tetangga. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Idul Fitri #silaturahmi #Toriqoh #murni