RadarJombang.id - Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong) menjelaskan tanda puasa Ramadan diterima oleh Allah SWT.
’’Ada empat tanda puasa diterima,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (4/4).
Pertama, takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
’’Orang yang puasanya diterima, akan takut melanggar larangan Allah SWT. Juga takut tidak melaksanakan perintah Allah SWT,’’ tegasnya.
Sebab itulah ciri orang bertakwa yang menjadi tujuan puasa. Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 183:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Kedua, beramal dengan Alquran dan sunah.
’’Orang yang puasanya diterima, akan dituntun oleh Allah SWT sehingga amalnya sesuai dengan Alquran dan teladan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ terangnya.
Tanda kebaikan yang diterima adalah diikuti kebaikan setelahnya.
Orang yang puasanya diterima akan semakin baik perilaku dan ucapannya.
Akhlaknya semakin meniru Nabi Muhammad SAW. Serta semakin sesuai dengan Alquran.
Aisyah istri Nabi menyatakan; Akhlak Rasulullah adalah Alquran.
Ketiga, orang yang puasanya diterima akan selalu rida dengan rezeki yang sedikit.
Dia semakin qanaah dan neriman dengan apapun dan berapapun yang diberikan oleh Allah SWT.
Sebab dia yakin, itulah yang terbaik baginya menurut Allah SWT.
Keempat, hidupnya disiapkan untuk menyambut kematian yang bisa datang kapan saja.
Baca Juga: Binrohtal 2.146, Meningkatkan Kedermawanan
Sebagaimana disebutkan dalam QS Annisa 78:
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.
’’Dia selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga tidak berani maksiat kepada Allah SWT,’’ tandasnya.
Di manapun dan kapanpun dia selalu berbuat kebaikan dengan harapan ketika nyawanya dicabut, dia sedang melakukan amal baik.
’’Orang apik dieleki tetap apik,’’ tegasnya.
Mbah Bolong lalu cerita Kiai Soleh Banjarsari Kediri. Selama 11 tahun dia dikasari istri tapi tetap bersabar.
’’Kiai Soleh ini pas wiridan diguyang air pususan beras oleh istrinya,’’ ceritanya.
Namun dia tetap sabar dan tak pernah marah. Lambat laun, istrinya akhirnya tobat.
Baca Juga: Binrohtal 2.144, Alasan Lailatul Qadar Disebut Malam Pengagungan
’’Akhirnya punya anak yang jadi bu nyai pengasuh PP Lirboyo yang punya ribuan santri,’’ bebernya.
Puasa juga menyadarkan betapa tidak enaknya lapar dan haus.
Ini mengingatkan agar pemimpin jangan sampai menzalimi rakyatnya yang bisa menyebabkan rakyat menderita.
’’Pemimpin yang zalim nanti terpelanting di jembatan sirotil mustaqim sehingga langsung masuk neraka,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW