RadarJombang.id - Pengasuh PP Al Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasyim Yusuf Alhafiz, menjelaskan ciri orang cerdas menurut Nabi Muhammad SAW.
Hal itu, diungkapkannya saat ngaji usai salat tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (3/4).
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang cerdas adalah orang yang melawan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sebaliknya, orang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah SWT,’’ tuturnya.
Orang cerdas mengerti bahwa banyak yang harus dipersiapkan untuk kematian.
Dalam QS Annisa 78 ditegaskan; Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.
Mengingat kematian bisa menghilangkan perasaaan nyaman terhadap dunia yang fana ini.
Dan, mendorong jiwa untuk setiap saat fokus menghadapi kehidupan di akhirat yang kekal.
Orang cerdas memikirkan dan mempersiapkan kematian seakan-akan ia meninggal pada esok hari.
Karena itu mereka bersungguh-sungguh melakukan kebaikan dan ketakwaan.
Ketika kematian disebutkan, mereka terdiam seakan-akan mereka sedang menghadapinya.
Mereka mengeluhkan betapa kurangnya persiapan untuk berjumpa dengan kematian.
Baca Juga: Binrohtal 2.144, Alasan Lailatul Qadar Disebut Malam Pengagungan
Orang cerdas yang semacam ini akan terus berada di jalan-Nya.
Sekali saja ia melanggar aturan Allah SWT, ia akan teringat kembali akan bayang-bayang kematian yang siap menjemputnya.
Ia tidak terlalu sering berada dalam puncak kebahagiaan. Sebab yang sering diingatnya adalah kematian.
Hal tersebut senada dengan hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam; Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.
Baca Juga: Binrohtal 2.143, Kisah Perjalanan hingga Bertemu Manusia Alquran
Sayidah 'Aisyah radiyallahu anha pernah bertanya kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam: Apakah orang mati syahid itu hanya orang yang terbunuh di medan perang?
Rasulullah SAW menjawab; Wahai Aisyah, jika seperti itu, maka orang yang mati syahid dari umatku akan sangat sedikit.
Siapa yang mengucapkan; Allahumma barikli fil maut wa fima bakdal maut (Ya Allah berkahilah aku saat kematianku dan setelah kematianku).
Mengucapkan kalimat itu sebanyak dua puluh lima kali setiap hari.
Dan dia meninggal dunia di tempat tidurnya. Maka Allah SWT akan memberinya pahala syahid. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW